ShareThis

Jumat, 25 November 2011

Sekilas Keganasan Mulut rahim

Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks. Virus mematikan ini bisa menyebar lewat kulit dan memicu pertumbuhan sel kanker saat terjadi kontak seksual. 

Paula Hillard, MD, Kepala Divisi Gynecologic Specialties at the Stanford University School of Medicine mengatakan, papsmear dan vaksin merupakan tindakan pencegahan yang cukup efektif saat ini. Vaksin sebaiknya dilakukan sebelum usia 26 tahun. 

Semua wanita harus waspada terhadap ancaman penyakit ini. Berdasar studi, hampir semua wanita di dunia berisiko mengalaminya. Membekali diri dengan pengetahuan tentang HPV menjadi penting, seperti dikutip dari laman Shine. 

1. Meski sulit diobati, kanker serviks bisa dicegah. Itulah mengapa kampanye pencegahan dini terhadap penyakit ini terus bergaung. Fakta menunjukkan, mayoritas pasien kanker serviks tak pernah melakukan tindakan pencegahan seperti vaksin atau papsmear. 

2. Tak ada larangan untuk melakukan vaksin saat usia sudah lebih 26 tahun. Namun sebaiknya, vaksin dilakukan sebelum menikah atau sebelum melakukan hubungan seksual. Bagi mereka yang sudah menikah, papsmear atau pemeriksaan ke dokter dengan metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) bisa menjadi pilihan pencegahan. 

Kanker leher rahim memang tak memunculkan gejala awal yang menonjol. Selain vaksi dan papsmear, pencegahan juga bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup tak sehat, menghindari hubungan seksual dengan banyak pasangan, atau hubungan seks usia muda.

3. Studi lanjutan menunjukkan bahwa HPV tidak hanya menyebabkan terjadinya kanker serviks. HPV juga berhubungan dengan kanker vulva, kanker vagina, kanker organ kelamin pria, dan kanker anus.

4. Ada 40 jenis HPV yang dapat menginfeksi tubuh manusia. Tak hanya leher rahim, tapi juga mulut, tenggorokan dan alat kelamin. Sebanyak 90 persen kanker serviks disebabkan dua tipe HPV yakni HPV 16 dan HPV 18. 

Dalam beberapa kasus infeksi HPV yang bukan menyerang leher rahim, pasien seringkali tak menyadarinya. Ini karena virus hilang sendiri dalam satu sampai dua tahun.  

5. Hillard memaparkan sebuah fakta bahwa sebanyak 80 persen wanita terpapar virus ini saat menginjak usia 50 tahun. Di Amerika, virus ini menginfeksi sekitar 20 juta orang dengan frekuensi enam juta pasien per tahun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada Masukan, Kritik, Pertanyaan...? ketik ajahh......
emg saya baru nge-blog,jd perlu komentar Sob..hehe..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...