ShareThis

Sabtu, 31 Desember 2011

Gairah Bercinta Wanita Paling Memuncak saat Usia ini...


Meski wajah tak lagi bebas dari kerutan, dan perut tak sekencang dulu, tapi setidaknya di usia ini libido wanita makin menggebu-gebu. Di usia berapakah itu?

Berdasarkan hasil suatu penelitian, memasuki gerbang usia kepala empat, umumnya wanita menjadi lebih lincah, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta.  

Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda, seperti dikutip dari laman Daily Mail. Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang. 

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang menikahi pria lebih muda. Aktris Desperate Housewives, Eva Longoria, misalnya. Longoria yang berusia kepala empat akhirnya menikah dengan pemain basket Tony Parker, yang baru berusia 28 tahun.

Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei kepada 900 wanita, tentang sikap mereka terhadap seks. Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda. 

Para wanita dibagi menjadi tiga kelompok, yang berusia 19 sampai 26, dianggap berada di puncak kesuburan. Sedangkan wanita berusia 27-45 tahun, dianggap kemampuan untuk memiliki bayi itu makin berkurang, dan usia 45 tahun ke atas merupakan masa wanita mendekati usia menopause.

Kelompok usia 27-45 tahun jelas memiliki kehidupan seks terbaik. Fakta ini pun telah dimuat dalam jurnal dan laporan 'Perbedaan Kepribadian Individu'. Rata-rata wanita usia 27-45 tahun berpikir tentang seks dan bercinta lebih sering daripada wanita lebih muda dan lebih tua. 

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi. 

"Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks

Kamis, 29 Desember 2011

Nutrisi Peningkat Kualitas Sperma


Sperma pasangan yang tidak mudah 'menyerah' merupakan salah satu kunci untuk yang ingin segera mendapatkan momongan. Bagaimana caranya mendapatkan sperma super? Konsumsi tujuh makanan sehat berikut ini.

Menurut ahli nutrisi yang juga penasihat di American Council for Fitness and Nutrition, Dr. Keith-Thomas Ayoob, makanan tepat tersebut adalah makanan yang baik untuk jantung dan membuat aliran darah tetap lancar. Aliran darah yang lancar adalah kunci untuk mencegah ejakulasi dini. Berikut ini tujuh makanan sehat yang menurut Ayoob bisa membuat sperma super, seperti dikutip dari Revolution Health.:

Salmon
Salmon kaya akan omega 3, yang bisa menurunkan tingginya kadar kolesterol (buruk) dalam tubuh. Ikan ini juga banyak mengandung protein yang bukan hanya membuat sperma kuat, tapi juga bisa berenang dengan cepat.

Semangka
Semangka sangat baik untuk membuat sperma tangguh saat berenang. Menurut Ayoob, buah tersebut kaya akan potasium, yang bisa mencegah tekanan darah tinggi. Untuk kesehatan secara umum, semangka adalah salah satu buah yang mengandung likopen (lycopane) yang cukup sebagai anti-oksidan untuk melawan kanker.

Tomat
Mirip dengan semangka dan buah berwarna merah lainnya, tomat juga banyak mengandung likopen, yang artinya kaya antioksidan. Likopen terbukti bisa meningkatkan kesehatan prostat. Penelitian menunjukkan likopen bisa mengurangi risiko kanker prostat. "Dengan prostat yang sehat bisa menghasilkan sperma yang kuat," jelas Ayoob.

Susu Rendah Lemak atau Yogurt
Susu dan yogurt banyak mengandung kalsium dan potassium. Dua kandungan tersebut bisa menjaga tekanan darah tetap normal dan membuat aliran darah di arteri lebih lancar. Ayoob merekomendasikan untuk mengonsumsi susu rendah lemak. "Jika tekanan darah terlalu rendah, sperma yang dihasilkan pun tidak kuat," katanya. "Kalaupun sperma itu perenang yang baik, tapi dia tidak akan bisa sampai ke mana-mana," tambahnya.

Buah Beri
Semua jenis buah beri sangat kaya antioksidan. Ayoob pun menyarankan untuk mengombinasikan semua jenis beri untuk dikonsumsi, mulai dari blueberry, strawberry, dan raspberry. Buah beri ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan pada arteri. Dengan memiliki arteri yang sehat, aliran darah pun bisa tetap normal, sehingga produksi sperma sehat tidak terganggu.

Kacang-kacangan
"Kacang-kacangan kaya akan mineral," jelas Ayoob. Kandungan yang ada di dalam kacang-kacangan mencegah naiknya gula darah. Makanan ini juga sangat ampuh menurunkan kadar kolesterol. Mengonsumsi 1/2 cangkir kacang pinto bisa menurunkan tekanan darah 8-10%.

Oatmeal
Sama seperti kacang-kacangan, makanan yang mengandung gandum juga baik untuk tubuh karena bisa menurunkan kadar kolesterol. Kandungan serat di dalam oatmeal lah yang membuat makanan itu mampu menurunkan jumlah kolesterol jahat.

Rabu, 28 Desember 2011

Cara Kerja Kegemukan Mempengaruhi Kesuburan


kadang ada lho yang berpendapat perut buncit dianggap tanda kemakmuran. Anggapan tersebut tidak lagi signifikan karena perut buncit dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, jantung, kanker, osteoartritis, hingga kemandulan.

Akumulasi kelebihan lemak dalam tubuh disebut sebagai obesitas. Kebanyakan orang sadar bahwa obesitas mengubah penampilan, tetapi tidak menyadari bahwa obesitas juga mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Satu kondisi kesehatan tersebut adalah kemandulan. Simak bagaimana obesitas secara langsung dikaitkan dengan kemandulan pada pria dan wanita, seperti dilansir Shine.

Obesitas sebabkan disfungsi ovulasi (gangguan Pelepasan Sel Telur) pada wanita

Disfungsi ovulasi merupakan gangguan keseimbangan hormon tubuh yang menyebabkan obesitas pada pria dan wanita obesitas. Ketidakteraturan tingkat hormon seperti androgen, estrogen, dan progesteron benar-benar dapat mengubah siklus menstruasi wanita. Padahal, tingkat optimal hormon ini sangat penting untuk kehamilan.

“Timbunan lemak di ovarium juga dapat mengganggu perkembangan embrio dan mengakibatkan keguguran," jelas Dr Abhay Agrawal, ahli bedah dan pengontrol obesitas.

Obesitas dan sindrom ovarium polikistik

Penyebab utama masalah kesuburan pada wanita dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS), dimana sejumlah besar kista kecil muncul di ovarium sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon.

“Gangguan dalam ovulasi wanita dan siklus menstruasi sebagai akibat dari kenaikan berat badan tidak sehat berdampak negatif terhadap sistem reproduksi serta menyebabkan kesulitan hamil,” jelas ahli kesehatan Dr Manish Motwani.

Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan makan yang disiplin, tingkat peningkatan aktivitas fisik sehari-hari, dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Sementara ini, cara konvensional penurunan berat badan dapat bekerja dengan baik untuk individu obesitas. Namun pada orang yang mengidap obesitas tak sehat—orang dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 37,5kg/meter berat badan—hampir mustahil untuk menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja.

Hasil obesitas tak sehat mengalami perubahan permanen dalam metabolisme. Karenanya, kini dianggap sebagai gangguan medis yang memerlukan pengobatan klinis melalui operasi penurunan bariatrik. Bedah bariatrik telah diterima sebagai solusi paling efektif untuk mencapai penurunan berat badan berkelanjutan pada pasien obesitas tak sehat.

Produksi sperma rendah, disfungsi ereksi, dan obesitas

Kasus-kasus infertilitas yang disebabkan obesitas tidak saja memberikan dampak buruk bagi wanita. Pada pria terdapat hubungan kuat antara berat badan meningkat dengan rendahnya produksi sperma serta disfungsi ereksi.

"Obesitas sangat terkait dengan kemandulan pada pria. Sel-sel lemak memroduksi estrogen. Dan laki-laki dengan sel lemak berlebih, lebih banyak menghasilkan estrogen dibandingkan pria dengan berat badan normal. Jadi salah satu penyebab paling umum kemandulan pria adalah produksi sperma yang abnormal," ujar Dr Motwani.

Obesitas sendiri adalah akar penyebab komplikasi medis. Oleh karena itu, pengobatan untuk infertilitas terkait obesitas pada pria dan wanita harus mencakup pendekatan yang difokuskan pada mengobati obesitas itu sendiri.

Faktor genetik yang menyebabkan obesitas mungkin di luar kendali, tapi memodifikasi gaya hidup berperan penting dalam mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup seseorang

Senin, 26 Desember 2011

Ayo Ketahui Sekilas Siklus Menstruasi / Haid Normal

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga wanita menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun).

Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari,, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal

 Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.
hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur

Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun (Cunningham, 1995).



Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.

Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi.

Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.

Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses menstruasi berikutnya.



Seorang wanita memiliki 2 ovarium(sel Indung Telur) dimana masing-masing menyimpan sekitar 200,000 hingga 400,000 telur yang belum matang/folikel (follicles). Normalnya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”





Fase-fase dalam siklus menstruasi

Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus. Fase-fase tersebut adalah :

a) Fase menstruasi atau deskuamasi

Fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari.

b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi

Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4 hari.

c) Fase intermenstum atau fase proliferasi

Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada endometrium ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus menstruasi.

Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

o Fase proliferasi dini, terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.

o Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.

o Fase proliferasi akhir, berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.

d) Fase pramenstruasi atau fase sekresi

Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi.

Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu :

o Fase sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.

o Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi



.

Bayi Lahir Prematur Berhubungan dengan ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders) adalah sebuah gangguan hiperaktif yang sering dijumpai pada anak. Ciri-ciri anak yang mengalami ADHD antara lain sulit memusatkan perhatiannya pada sesuatu dan cenderung memusatkan perhatian pada apa yang dia suka, tidak bisa tenang dan duduk diam, sulit berkonsentrasi, mudah kehilangan sesuatu sekaligus sering bingung harus melakukan apa, bertindak sesuatu untuk menarik perhatian, sering nekat melakukan sesuatu tanpa mempedulikan efeknya (sehingga sering mengalami kecelakaan lebih banyak dibandingkan anak lain), sulit belajar, agresif dan sering mengamuk.

Jumlah anak-anak penderita ADHD semakin bertambah dari waktu ke waktu, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan para peneliti di Swedia untuk melakukan sebuah penelitian yang mengaitkan antara kelahiran prematur dan hubungannya dengan anak-anak yang mengalami masalah ADHD. Penelitian tersebut dilakukan pada lebih dari satu juta anak-anak dengan rentang usia enam hingga sembilan tahun, 7.506 di antara anak-anak tersebut menderita ADHD dan masih dalam perawatan dan mendapat obat-obatan.

Bayi Prematur Memiliki Risiko Lebih Besar Mengalami ADHD

Selanjutnya, para peneliti melihat seberapa cepat mereka lahir prematur. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa anak-anak yang lahir sangat cepat (antara 23 hingga 28 minggu masa kehamilan) mayoritas mengalami ADHD. Sedangkan anak-anak yang lahir dengan waktu kelahiran normal (39 minggu masa kehamilan) lebih rendah dalam mendapatkan risiko terkena ADHD. Bayi yang lahir pada minggu 23 hingga 28 masa kehamilan dua kali lebih berisiko terkena ADHD dibandingkan bayi yang lahir dalam waktu setelah 39 minggu. 

15 dari setiap 1.000 kelahiran yang lahir pada minggu ke 23 hingga 28 masa kehamilan didapatkan menderita ADHD saat bayi tersebut sudah masuk usia anak-anak. 7 dari 1.000 bayi yang lahir pada minggu 37 hingga 38 masa kehamilan menderita ADHD saat sudah masuk pada usia anak-anak. Hanya 6 dari 1.000 kelahiran bayi pada masa kehamilan normal (antara 39 hingga 41 minggu masa kehamilan) yang didapati menderita ADHD saat memasuki usia anak-anak.

Dari hasil penelitian tersebut tentunya sudah terlihat jelas bahwa anak-anak yang lahir prematur memiliki risiko yang lebih besar menderita ADHD dibandingkan oleh anak-anak yang lahir pada waktu yang normal. Selain karena faktor normal, bayi yang dilahirkan ceesar lebih awal dari tanggal kelahiran juga memiliki risiko perkembangan ADHD saat bayi tersebut telah memasuki usia anak-anak 

Minggu, 25 Desember 2011

Mengenalkan Makanan pada Bayi sejak dalam Kandungan

Banyak orangtua harus berjuang keras membujuk anak mereka agar mau makan sayuran. Padahal, solusinya sederhana, mulailah memperkenalkan rasa sayuran pada janin saat di kandungan.

Bayi sebenarnya sudah bisa mengenali rasa makanan sejak berada di dalam kandungan karena apa yang dimakan ibu akan sampai pada janinnya. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya rajin mengonsumsi sayur-mayur dan buah agar setelah bayi dilahirkan, ia menjadi terbiasa.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa rasa makanan dapat dikenalkan oleh ibu kepada bayi di dalam janin melalui cairan ketuban.

"Rasa seperti vanili, wortel, bawang putih, adas, dan mint adalah beberapa rasa yang telah terbukti dapat dikirim lewat cairan ketuban atau ASI," kata Julie Mennella, peneliti dari Monella Chemical Senses Center.

Untuk menguji teori ini, peneliti memberikan bawang putih dan gula dalam bentuk kapsul kepada ibu hamil sebelum mengambil sampel cairan ketuban mereka. Setelah itu, peneliti meminta sejumlah orang untuk mencium bau dari sampel ketuban tersebut.

"Mereka bisa memilih sampel dengan mudah dari wanita yang mengonsumsi bawang putih," kata Mennella.

Penelitian ini menunjukkan, bayi yang belum lahir bisa merasakan hal yang serupa karena 90 persen dari apa yang kita rasakan datang dari indra penciuman.

Lebih lanjut, peneliti mengamati wanita hamil yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengetahui apakah bayi bisa mengingat rasa sebuah makanan.

Pada kelompok pertama, ibu hamil diminta untuk minum jus wortel setiap hari selama masa kehamilan. Adapun kelompok kedua diminta untuk minum jus wortel selama menyusui dan kelompok ketiga tidak mengonsumsi jus wortel sama sekali.

Setelah itu, ketika anak mulai mengonsumsi makanan padat, peneliti memberi mereka makanan sereal yang terbuat dari jus wortel. Hasilnya, kelompok bayi yang mendapatkan asupan wortel saat masih di janin makan lebih banyak sereal rasa wortel.

Sementara itu, Linda Bartoshuk, peneliti asal Universitas Florida, mengatakan, penelitian yang dilakukan Mennella bisa memiliki implikasi yang luas bagi kesehatan anak-anak.

"Sampai sejauh mana kita bisa membuat bayi makan makanan yang sehat dengan memperkenalkan semua rasa yang tepat, seperti brokoli, wortel, dan kacang. Bisakah kita melakukan hal itu? Dugaan saya adalah kita bisa," katanya

Sabtu, 24 Desember 2011

Seks dalam Angka Statistik

Beberapa statistik menarik tentang seksualitas di luar negeri.


Soal pasangan ngeseks.
Berapa banyak pasangan ngeseks Anda? Menurut survei pada orang dewasa berusia 20 dan 59 tahun, wanita rata-rata memiliki empat pasangan seks selama hidup mereka, dan pria rata-rata tujuh. (Sumber: Pusat Statistik Kesehatan Nasional, AS)


Soal orgasme.
Sementara 75% pria selalu mencapai orgasme, hanya 29% wanita menyatakan hal yang sama. Sebagai tambahan, hampir sebagian besar wanita tidak bisa mencapai klimaks melalui hubungan seks vaginal, alih-alih memerlukan stimulasi klitoral. (Sumber: Survei Kehidupan Sosial dan Kesehatan Nasional, AS)



Soal infeksi.
Setidaknya 50% pria dan wanita yang aktif secara seksualitas pernah mengalami infeksi human papillomavirus (HPV) sepanjang hidupnya. Infeksi ini bisa datang dalam bentuk risiko rendah (dapat menyebabkan kutil di alat genital) dan risiko tinggi (dapat menyebabkan kanker serviks dan jenis kanker lainnya). Dalam 90% kasus, sistem kekebalan tubuh akan melumpuhkan infeksi ini dalam dua tahun. (Sumber: Pusat Pengontrolan dan Pencegahan Penyakit, AS)

Soal kehamilan.
Dua per tiga wanita yang mengandung bayi pertama mereka antara tahun 2001 dan 2003 masih bekerja selama mengandung, dan 80% dari mereka masih bekerja sebulan atau kurang sebelum waktu melahirkan. Bandingkan dengan periode antara tahun 1961 dan 1965, ketika 44% wanita bekerja selama mengandung (35% darinya masih bekerja sampai sebulan atau kurang dari waktu melahirkan). (Sumber: Sensus AS)



Soal hubungan seks mahasiswa.
Dua per tiga mahasiswa menjalin "pertemanan tapi mesra". Lebih dari setengah dari mereka yang melakukan hubungan seks dengan teman menyatakan bahwa mereka terlibat dalam segala bentuk aktivitas seksual; 22,7% hanya melakukan intercourse, sementara 8% melakukan apa saja kecuali intercourse. (Sumber: Wayne State University and Michigan State University)



Soal tidur.
Sekitar 1 dari 10 pria menikah bilang mereka tipikal orang yang tidur sendirian! (Sumber: Yayasan Tidur Nasional, AS)

Soal virginitas.
Kapan Anda kehilangan virginitas? Rata-rata pria terjadi pada umur 16,9 tahun, wanita 17,4 tahun. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik menjadi penentu: sifat turunan seperti impulsif membuat seseorang kurang bersedia melakukan hubungan seks di usia dini. (Sumber: Kinsey Institute; California State University)

Soal disfungsi ereksi.
Sekitar 5% dari pria berumur 40 tahun dan antara 15 sampai 25% pria berumur 65 tahun mengalami disfungsi ereksi. (Sumber: Lembaga Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal Nasional, AS)

Soal ukuran.
Hehehe... santai saja Bro! Rata-rata panjang penis saat ereksi di AS adalah 12,7 cm sampai 17,8 cm, dengan panjang kelilingnya 10,2 cm sampai 15,2 cm. Jadi, yang ada di film-film biru itu bukan ukuran standar. (Sumber: Kinsey Institute; California State University)

Soal keturunan.
Di abad ke-18, wanita Rusia memegang rekor sebagai seorang ibu yang memiliki anak terbanyak di dunia: 69 anak. Namun, itu bukan dari 69 kelahiran tapi 27 sebab 16 kelahiran kembar dua, tujuh kelahiran kembar tiga, dan empat kelahiran kembar empat. (Sumber: Why Evolution Is True", Viking, 2009, Jerry Coyn)

Selasa, 20 Desember 2011

Inilah yang Menyebabkan Pria Ikut Ngidam

Mual atau menginginkan makanan tertentu, yang sering disebut ngidam biasanya dialami oleh para wanita yang sedang hamil.
Ternyata, hal ini juga bisa dirasakan oleh pria.

Bahkan, sebuah studi mengungkap bahwa satu dari empat pria mengalami 'pregmancy'. Yaitu gejala seperti sangat ingin makanan tertentu dan morning sickness, mual serta pusing di pagi hari.

Calon ayah bisa merasakan masalah yang sering dialami istrinya saat hamil. Sebanyak 23 persen suami yang terlibat erat dengan kehamilan
pasangannya, mengungkapkan kalau mengalami perubahan emosional serta fisik yang sering dikaitkan dengan kehamilan.

Peneliti menemukan, suami dengan istri dalam kondisi hamil bisa jadi lebih emosional, 'cengeng', perasaan yang tidak stabil, mual hingga
merasakan nyeri kehamilan. Calon ayah pada beberapa kasus bahkan juga menginginkan makanan aneh, yang sulit didapat.

Seperti dilansir dari Daily Mail, dari pria yang mengalami ngidam, sebanyak 26 persen mengalami perubahan suasana hati, 10 persen
mengidamkan makanan dan 6 persen merasa mual tetapi bukan karena gangguan kesehatan. Sebanyak tiga persen bahkan menderita nyeri kehamilan imajiner.

Para ahli mengatakan fenomena ini terjadi karena pria mengalami pergolakan emosi selama kehamilan. Sepertiga pria mengaku merasa
lebih emosional saat pasangannya sedang hamil. Penelitian yang dilakukan produsen popok, Pampers ini, melibatkan lebih dari 2.000 pria berusia antara 16 dan 65 tahun.

Beberapa penelitian juga mengungkap bahwa perasaan emosi yang berhubungan dengan ibu hamil, membuat perasaan pria menjadi lebih
peka. Seperti yang dialami Matius Downing, 32, dari Inggris, yang selalu ingin makan apel  selama kehamilan sang istri.

"Aku melakukan segala sesuatu yang terlibat dalam kehamilan dan kelahiran. Kehamilan membuat kami makin dekat dan aku menemukan emosi jadi sangat selaras dengan istri," katanya.

Seorang Bidan, Maria Steen, mengungkapkan kalau calon ayah ikut saat pemeriksaan kehamilan, bisa membuat ikatan emosi dengan anak serta ibu menjadi lebih erat. "Banyak pria melihat saat pemeriksaan ultrasonografi (USG), 12 sampai 14 minggu. Ini penting untuk membentuk ikatan awal dengan janin dan mereka cenderung juga akan ikut menghadiri kelas antenatal," katanya.


Melibatkan suami dalam tiap proses kehamilan, membantu membangun hubungan emosional yang kuat dengan bayi. Mereka bisa belajar lebih banyak serta lebih bisa merasakan apa yang pasangannya rasakan saat hamil

Minggu, 18 Desember 2011

Kebiasaan saat hamil, berpengaruh dengan bakat Sesak pada Anak

Bengek atau mengi adalah gangguan di saluran pernapasan yang membuat penderitanya susah bernapas dan terdengar suara ngik ngik saat bernapas. Bengek ini mulai muncul sejak anak-anak. Cara mengatasinya sederhana, beri makan ikan dan hindari antibiotik.

Anak-anak yang mulai makan ikan sebelum berusia 9 bulan cenderung tidak mudah menderita mengi ketika berusia pra-sekolah namun. Anak berisiko lebih tinggi terkena bengek jika diberi antibiotik pada usia satu minggu atau sang ibu meminum parasetamol selama kehamilan.

Peneliti menganalisis jawaban dari 4.171 keluarga yang dipilih secara acak terhadap pertanyaan mengenai anaknya ketika berusia enam bulan, 12 bulan dan empat setengah tahun.

"Mengi yang berulang-ulang adalah masalah kesehatan yang sangat umum pada anak-anak prasekolah. Jelas sekali pentingnya perawatan medis yang lebih baik serta pemahaman mengenai mekanisme yang mendasari. Tujuan dari penelitian kami adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko dan faktor pelindung penyakit ini," kata pemimpin penelitian, Dr Emma Goksor dari Rumah Sakit Anak Queen Silvia, Universitas Gothenburg, Swedia.

Peneliti mengamati anak-anak yang memiliki tiga kali episode mengi atau lebih, termasuk yang menggunakan obat asma ataupun tidak, kemudian membandingkannya dengan anak-anak yang tidak mengi.

Sampel selanjutnya dipecah menjadi anak-anak yang hanya mengalami mengi ketika dipicu pilek, dimana anak-anak juga mengalami mengi ketika pilek atau bereaksi terhadap alergi, asap tembakau, atau pergerakan fisik.

Para peneliti menemukan bahwa:

1. Satu dari lima anak memiliki setidaknya satu episode mengi dan 1 dari 20 anak telah mengalami mengi secara berulang (tiga episode atau lebih) selama setahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 3/4 nya memakai obat asma, dan lebih dari setenganya didiagnosis asma.

2. Lebih dari separuh anak-anak yang mengalami mengi disebabkan virus mengi sebanyak 57%, dan 43% sisanya mengalami mengi karena dipicu berbagai hal lain.

3. Makan ikan sebelum usia sembilan bulan hampir menurunkan kemungkinan menderita mengi berulang sebesar 50 % sampai usia 4,5 tahun. Ikan yang paling umum dikonsumsi adalah ikan putih, salmon dan ikan datar.

4. Pemberian antibiotik spektrum luas pada minggu pertama berkaitan dengan peningkatan risiko mengi sebanyak dua kali lipat selama 4,5 tahun. Hanya 3,6% dari kelompok anak tanpa mengi yang menerima antibiotik, dibandingkan dengan 10,7% pada anak yang telah mengalami tiga episode mengi atau lebih.

5. Hampir sepertiga dari ibu yang diteliti (28,4%) pernah meminum beberapa obat selama kehamilan, 7,7% di antaranya meminum obat lain beserta parasetamol dan 5,3% hanya meminum parasetamol saja.

6. Kemungkinan paparan parasetamol terhadap kehamilan dalam kelompok mengi yang menggunakan obat asma adalah 12,4% dan meminum parasetamol selama kehamilan meningkatkan risiko mengi sebesar 60%.

7. Pada kelompok yang menginya dipicu banyak hal, risikonya meningkat lebih dari dua kali lipat dan dampaknya terlihat sangat jelas

Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa ikan diduga mengandung sifat pengurang risiko alergi dan bermanfaat mengatasi eksem pada bayi dan alergi rhinitis pada usia pra-sekolah. Penelitian lain telah menunjukkan efek perlindungan terhadap asma.

"Temuan kami jelas menunjukkan bahwa ikan memiliki efek perlindungan terhadap mengi pra-sekolah, bayi yang diberi antibiotik pada usia satu minggu dan yang ibunya mengkonsumsi parasetamol selama kehamilan memiliki risiko mengi, terutama mengi yang dipicu berbagai hal," pungkas Dr Goksor seperti dilansir Eurekalert.org, Rabu

Sabtu, 17 Desember 2011

Kehamilan Kembar / Gemeli

Kehamilan kembar :
Kehamilan di mana terdapat dua atau lebih embrio (janin) sekaligus

Insiden terjadinya Kejadian kembar spontan =  1 dari 90 kehamilan, dan Kejadian meningkat akibat teknologi reproduksi

Jenis kehamilan kembar :
Kembar monozigotik
= identik, homolog, uniovuler ,Terjadi dari pembelahan 1 telur yang dibuahi pada berbagai stadium selama embriogenesis
Kembar monozygotik terjadi pada 2.3 – 4 per 1000 kehamilan pada semua jenis suku bangsa, 30% dari semua jenis kehamilan kembar.

Kembar dizigotik
= heterolog, binovuler, fraternal
Muncul dari 2 telur yang dibuahi karena itu selalu punya 2 amnion dan 2 korion.
Plasenta dapat terpisah atau tergabung.  Jenis kelamin dapat berbeda.

Faktor yang berpengaruh pada kehamilan kembar dizigotik :
-Bangsa : Negro >> kulit putih
-Hereditas
-Umur : makin tinggi umur ibu, frek >>, tetapi Setelah usia 40 thn, frekuensi akan turun kembali
-Paritas ibu : pada primipara kemungkinan >>
-Obat (klomid) & hormon yg merangsang ovulasi
-Fertilisasi in vitro


Diagnosis kehamilan kembar :
Dx tidak pasti :
-Hidramnion
-Besarnya uterus melebihi lama amenorrhea
-Tinggi fundus uteri lebih besar dari usia kehamilan
-Pertambahan BB ibu yang mencolok (bukan karena edem/obese)
-Banyak bagian kecil yang teraba
-Teraba >2 bagian besar janin
-Teraba 2 balottement

Dx pasti :
-Teraba 2 kepala, 2 bokong, dan 1 atau 2 punggung
-Terdengar 2 djj yg letaknya berjauhan dgn perbedaan kecepatan ± 10 denyut/min
-Sonogram pd trimester 1
-Rontgen abdomen

DD kehamilan kembar :
Hidramnion
Kehamilan dgn myoma uteri atau kistoma ovarii

Penanganan antepartum
Tahapan :
Pada awal Trimester 2, px diperiksa tiap minggu untuk menilai adanya dilatasi dini cervix
Pemeriksaan edema, protein dalam urine dan tekanan darah
Peningkatan nutrisi t.u. kalori, besi, vit, folat
Kenaikan BB ibu harus 16 - 20 kg
Sonografi rutin tiap bulan, mulai mgg-24 u/ mencegah IUGR

Penanganan intrapartum
Bila persalinan < 35 mgg :
Obat tokolitik u/ menahan persalinan
Penilaian kematangan paru janin  pemberian glukokortikoid pada ibu


PENATALAKSANAAN PERSALINAN
Posisi janin pertama harus ditentukan saat masuk kamar bersalin.
Bila janin pertama letak lintang atau letak sungsang maka persalinan diakhiri dengan seksio sesar.
Bila janin pertama letak kepala, dapat dipertimbangkan persalinan pervaginam.
Bila janin pertama letak sungsang dan janin letak kepala, dikhawatirkan terjadi interlocking sehingga persalinan anak pertama mengalami “after coming head”
Setelah janin pertama lahir, biasanya kontraksi uterus menghilang atau berkurang sehingga tidak jarang bahwa kontraksi uterus perlu diperkuat dengan pemberian oksitosin infuse setelah dipastikan anak ke II dapat lahir pervaginam.

Jarak Kelahiran Sebaiknya Lebih dari 2 tahun

 Ada cara sederhana bagi orang tua yang ingin melahirkan bayi cerdas yakni pastikan jarak kelahiran antara dua anak tidak kurang dari dua tahun. Peneliti menemukan bahwa jarak dua tahun dapat mengoptimalkan kekuatan otak anak-anak.

Efek ini paling kuat ditemui pada anak pertama dan anak kedua, namun efeknya juga terlihat di antara saudara-saudara dalam sebuah keluarga besar.

Teori ini berasal dari Kasey Buckles, ekonom yang anak-anaknya memiliki selisih umur lebih dari dua tahun. Dia mengatakan bahwa perbedaan prestasi akademik dapat diakibatkan waktu dan sumber daya yang dimiliki orang tua sebelum kelahiran anak berikutnya.

Untuk mencapai kesimpulan ini, Buckles dan rekannya melihat data dari sekitar 3.000 ibu yang melahirkan 5.000 pasang saudara. Anak-anak diberi tes prestasi kemampuan membaca dan matematika pada usia 5 dan 7 tahun.

Buckles menemukan bahwa menambah jarak kelahiran satu tahun akan meningkatkan skor membaca sang kakak. Rata-rata anak dalam penelitian ini mampu membaca 22 dari 84 kata-kata. Saudara kandung yang lebih tua bisa membaca 24 kata.

Sebanyak 300 orang Ibu telah mengalamin keguguran sehingga jarak kelahiran antara dua anaknya semakin lebar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih tua dari ibu yang pernah mengalami keguguran mendapat skor tes yang lebih bagus daripada 2.700 orang ibu yang tidak terganggu jarak kelahiran anaknya akibat keguguran.

"Ini adalah pertama kalinya ditemukan manfaat sebab akibat dengan menambah jarak kelahiran antara saudara kandung," kata Kasey Buckles, asisten profesor ekonomi di University of Notre Dame, yang memimpin penelitian.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Human Resources ini juga menunjukkan bahwa jarak kelahiran dua tahun juga bermanfaat untuk keluarga yang besar.

Menurut Buckles, ketika jarak kelahiran anak kurang dari dua tahun, anak yang lebih tua kehilangan waktu dan perhatian dari orangtua.

"Jarak kelahiran dua tahun ini penting karena tahun-tahun awal adalah yang paling penting dalam perkembangan anak. Membagi waktu dan perhatian ketika anak masih berusia satu tahun lebih berbahaya daripada ketika anak sudah di sekolah," kata Buckles seperti dilansir Daily Mail, Selasa (29/11/2011).

Efek ini lebih terasa pada keluarga dengan pendapatan yang rendah, sebab keluarga dengan uang yang lebih banyak bisa mencari cara lain untuk berkompromi dalam pengasuhan anak karena kurangnya waktu yang dimiliki

Hamil Anak Pertama Sebaiknya Melahirkan di Rumah Sakit

Risiko bayi lahir dengan masalah kesehatan lebih tinggi dijumpai pada wanita yang melahirkan bayi pertamanya di rumah daripada di rumah sakit. Namun untuk bayi kedua dan seterusnya, tidak ada perbedaan risiko antara melahirkan di rumah dan di rumah sakit.

Sebuah studi baru melansir bahwa persalinan di rumah membawa risiko lebih tinggi bayi kena masalah kesehatan banyak terjadi pada kelahiran bayi pertama.
Namun, kemungkinan membahayakan bayi masih di bawah 1 persen. Hasil tersebut berdasarkan studi dari hampir 65.000 kelahiran di Inggris.

Sedangkan untuk kelahiran kedua tidak ada perbedaan risiko antara bayi yang dilahirkan di rumah ataupun yang dilahirkan di rumah sakit yang dilakukan oleh dokter atau bidan.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Persalinan yang dilakukan oleh bidan secara umum jauh lebih mungkin untuk menyebabkan kelahiran secara alami. Studi tersebut merupakan studi besar yang dilakukan baik untuk melacak bayi yang dilahirkan di rumah dan bayi yang dilahirkan di rumah sakit.

Studi tersebut mengamati wanita yang memiliki kehamilan sehat dengan tidak ada faktor risiko yang diketahui.

"Ada perbedaan yang jelas antara wanita yang melahirkan bayi pertama dan kelahiran bayi berikutnya. Risiko bayi lahir dengan masalah kesehatan lebih tinggi pada wanita yang melahirkan bayinya di rumah daripada di rumah sakit. Namun, risiko bayi lahir dengan masalah kesehatan tidak berbeda antara bayi yang ditangani dokter ataupun yang ditangani bidan," kata Prof Peter Brocklehurst, yang memimpin penelitian seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Senin (28/11/2011).

Sekitar 45 persen wanita Inggris berencana untuk melahirkan bayi pertama mereka di rumah. Tidak ada perbedaan dalam risiko bayi lahir dengan masalah kesehatan ketika wanita melahirkan bukan bayi pertama terlepas dilahirkan di rumah, di bidan, atau di rumah sakit.

Tingkat rujukan dari rumah ke rumah sakit jauh lebih rendah yaitu hanya sekitar 12 persen. Saat ini, sekitar 90 persen bayi di Inggris lahir di unit pelayanan medis, seperti di rumah sakit. Dan di banyak daerah memiliki pilihan tempat yang terbatas bagi wanita untuk melahirkan bayi mereka.

"Studi tersebut harus melibatkan unit yang lebih luas baik di pusat kelahiran atau di rumah. Pada saat ini, sekitar 50 persen dari unit pelayanan medis tidak ada bagian kebidanan. Dan hanya 3 persen persalinan yang dilakukan di rumah. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa, banyak wanita yang tidak memiliki banyak pilihan dimana akan melahirkan bayinya," kata Mary Newburn dari National Childbirth Trust (NCT).

Hasil studi tersebut juga menegaskan bahwa, persalinan yang dilakukan oleh bidan jauh lebih mungkin untuk mengarah pada kelahiran normal, tanpa ada intervensi, termasuk forceps atau ventouse.

Tingkat caesar darurat untuk perempuan berisiko rendah dalam studi tersebut adalah sekitar 11 persen pada persalinan yang dilakukan oleh dokter. Dibandingkan dengan hanya 2,8 persen di rumah, dan 4,4 persen persalinan yang dilakukan oleh bidan di rumah sakit

Jumat, 16 Desember 2011

Rokok dan Menopause dini

Wanita yang merokok bisa mengalami menopause satu tahun lebih awal dari mereka yang tidak merokok. Dan menurut penelitian, hal itu dapat mempengaruhi risiko terkena penyakit tulang dan jantung.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Menopause tersebut, mengumpulkan data dari beberapa penelitian sebelumnya, termasuk melakukan survei terhadap 6000 wanita di Amerika, Polandia, Turki dan Iran. Ditemukan bahwa wanita yang tak merokok akan mengalami menopause antara usia 46 hingga 51 tahun. Sedangkan mereka yang merokok akan alami menopause pada usia 43 hingga 50 tahun.

"Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok memiliki hubungan secara siginfikan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran pada wanita untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini," ujar penulis penelitian Volodymyr Dvornyk, dari University of Hong Kong.

Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisa lima studi lain yang meneliti wanita dengan rata-rata usia 50 atau 51 tahun. Para wanita tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 'awal' dan 'terakhir' menopause. Lebih dari 43 ribu wanita yang ikut dalam penelitian itu, ditemukan sebanyak 43 persen wanita yang merokok lebih mungkin alami menopause dini ketimbang mereka yang tidak merokok.

"Menopause dini mungkin terkait dengan jumlah risiko yang lebih besar terhadap penyakit yang diakibatkan oleh menopause seperti, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit Alzheimer, dan lain-lain," kata Dvornyk, seperti yang dikutip dari MSN.

Menurut Jenie Kline, pakar epidemiologi dari Mailman School of Public Health, di New York, ada dua teori mengapa merokok dapat mempengaruhi waktu menopause seseorang. Pertama, merokok bisa mengurangi jumlah hormon estrogen dalam tubuh wanita. Kedua, merokok dapat membunuh ovarium.

"Ketimbang khawatir dengan masalah menopause, lebih baik cobalah untuk menghentikan kebiasaan merokok," ujar Kline.

Sabtu, 10 Desember 2011

Gerakan Senam Hamil

Apa Sebenarnya Senam Hamil itu..?
- Suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut. Otot-otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan

Kapan Sebaiknya Melakukan Senam Hamil..?
-Senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari 6 bulan, karena saat itu kandungan sudah mulai kuat dan optimal untuk persiapan persalinan

Apakah Semua Ibu Hamil Boleh Melakukan Senam Hamil..?
- Semua ibu hamil boleh melakukan, Kecuali:
  1. Mempunyai riwayat melahirkan bayi kecil
  2. Mempunyai riwayat melahirkan bayi prematur
  3. Terdapat perdarahan sebelumnya selama kehamilan
  4. terdapat Keluhan Mulas2 selama hamil
  5. Kehamilan dengan kondisi khusus (hipertensi, Anemia, Penyakit jantung, Diabet tak terkontrol, dsb)
untuk lebih jelas, boleh konsultasi dengan dokter tempat biasa kontrol kehamilan

Manfaat Serta Tujuan Senam Hamil
Meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot
Meningkatkan peredaran darah
Meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot
Memperlancar persalinan
Mengurangi keletihan
Meredakan sakit punggung dan sembelit
Menenangkan pikiran dan tubuh



Pemanasan Sebelum 
Inti Senam Hamil


Gerakan Sandar Tembok (Wall Slide squat)
- Bersandar pada tembok, perlahan bergeser turun, tahan 3-5 detik, lalu kembali

Gerakan Lutut
(knee Extension)
- duduk relaks, angkat kaki lurus, tahan 15 detik, kembali

Duduk bersila 
(Tailor sitting)
-duduk bersila, dan rasakan regangan pada panggul

Gerakan Jalan (Walking Lunge)
-posisi berdiri biasa, majukan salah satu kaki, condongkan badan ke depan

Gerakan Panggul Luar (Outer Thigh Lift)
-Berbaring miring satu sisi, lalu angkat kaki lurus ke atas,tahan 3-5 detik, kembali. lakukan bergantian


Selanjutnya Gerakan Inti Senam Hamil



Semoga Bermanfaat...!!



Jumat, 09 Desember 2011

22 Persen orang Cemas menghadapi persalinan Anak Pertama

Apakah momen yang paling menakutkan bagi sebagian besar orang? Sebuah survei terbaru mengungkapnya. Selain proses persalinan, hari pertama masuk kerja adalah waktu yang paling mendebarkan.

Penelitian yang melibatkan ribuan orang di Inggris ini menunjukkan, 22 persen responden menganggap hal paling menakutkan dalam hidupnya adalah saat menanti kelahiran anak pertama. 

Sedangkan hari pertama kerja menjadi momentum paling menakutkan berikutnya dengan dukungan 18 persen responden, disusul hubungan seksual pertama kali, dan menjalani operasi besar. 

Psikolog dan pengajar di Robert Gordon University, Mary Brown mengatakan, ketakutan-ketakutan itu seringkali terjadi akibat pengaruh cerita-cerita negatif di sekelilingnya. "Banyak orang merasa ketakutan karena tidak mempersiapkan diri sebelum menghadapi kondisi tersebut," ujarnya seperti dikutip The Chronicle.

Tanpa persiapan yang baik, saat memasuki lingkungan dan pengalaman baru, bisa meningkatkan stres. "Sebaiknya, semua orang memiliki informasi yang cukup agar mampu berpikir positif dan mampu melewati saat-saat kritis dengan lebih baik," ia menambahkan

Rabu, 07 Desember 2011

Kurangi Nyeri Haid dengan Vitamin E

Satu kapsul berisi minyak esensial dan vitamin E ternyata mampu  mengurangi gejala nyeri menstruasi pada wanita. Pada sebuah uji coba, suplemen tersebut mampu mengurangi 2/3 rasa sakit yang biasanya datang menjelang masa menstruasi wanita (PMS).

Walaupun kadang dilihat sebagai gangguan kecil, PMS dapat mengganggu aktivitas wanita. Lebih 40 persen bahkan mengatakan bahwa PMS menggangu kulitas hidup mereka. Pada kasus ekstrem, wanita dapat melakukan tindakan kekerasan dan menderita depresi. 

Bahkan, PMS menuai dampak ekonomi Demi membebaskan diri dari sindrom ini, banyak pekerja wanita di Inggris yang rela menghabiskan 3.000 poundseterling agar tidak tersiksa saat bekerja. Mulai dari diet sederhana untuk merubah hormon sampai obat antidepresi dicoba. Padahal, itu belum tentu bekerja maksimal, bahkan tak jarang memunculkan efek negatif.

Dalam studi itu, 120 wanita ditanya mengenai sakit pada perut, kecapaian, sakit dan nyeri saat menjelang menstruasi. Sebanyak 80 wanita meminum pil mengandung lemak dan vitamin E yang terkandung dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran-sayuran warna hijau. Sementara sisanya meminum pil penghilang rasa sakit.

Semua koresponden tersebut diperintahkan untuk meminum dua kapsul sebelum tidur menjelang masa menstruasi. Mereka pun diperintahkan untuk menuliskan gejala-gejala yang muncul setelah tiga bulan dan setelah enam bulan.

Mereka yang meminum vitamin E mengatakan gejala PMS menurun setelah tiga bulan. Setelah enam bulan, efek yang dimunculkan sangat dramatis, terutama bagi mereka yang meminum pil tersebut dengan dosis yang lebih tinggi.

Para peneliti dari Pernambuco Federal University di Brazil mengatakan bahwa vitamin E mengurangi sensitivitas tubuh akan prolactin, hormon yang bertanggung jawab atas nyeri pada payudara.

Jadi tidak ada salahnya meminum vitamin E. Selain bermanfaat besar untuk mengencangkan kulit, ternyata vitamin E dapat mengurangi sakit PMS. Anda pun tidak perlu lagi meminum obat-obat penghilang rasa sakit yang berbahaya.

Jumat, 02 Desember 2011

Lebih Baik Hamil Sebelum Usia 35 tahun

Keinginan mengejar karier membuat sejumlah wanita menunda berumah tangga atau memiliki anak. Banyak wanita baru mempersiapkan pernikahan di atas usia 35 tahun, saat  merasa telah memiliki kehidupan mapan secara finansial dan stabil secara psikologis. 

Di Amerika Serikat, dua dekade silam, jumlah wanita hamil di usia 35 tahun ke atas sebesar 2,5 persen. Namun, 10 tahun terakhir, jumlahnya naik tajam hingga 20 persen. Di Indonesia, kecenderungan serupa pun terjadi.

Obstetri dan Ginekolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Didi Danukusumo SpOG (K), mengatakan, semakin tua usia wanita hamil, semakin besar risikonya. Berikut beberapa hal yang membayangi kehamilan pada usia matang.

Kelainan Kromosom
Kehamilan menjelang usia 40-an merupakan kehamilan sisa sel telur.  Kemungkinannya, sel telur yang dilepas bukan lagi sel telur subur dan sehat. Sehingga, potensi kelainan kromosom atau bawaan makin besar. Batas aman secara statistik untuk hamil adalah usia 37 tahun. "Namun lebih baik jika dibawah 35 tahun," ujarnya.

Keguguran
Potensi keguguran pada usia mapan juga sangat tinggi, mencapai 30 persen, akibat kelainan kromosom. Kehamilan di usia ini berisiko janin meninggal dalam rahim atau lahir mati.  Risiko semakin besar jika sang ibu mengidap penyakit seperti hipertensi dan diabetes. "Hal ini membahayakan bagi nyawa ibu maupun bayi," katanya.

Kelainan pada bayi
Risiko yang diderita anak saat ibu mengandung dalam usia matang di antaranya bayi dapat mengidap sindroma Down. Sindroma akibat penambahan satu kromosom di nomor 21 yang dikenal dengan trisomi 21.  

Risiko kehamilan dengan sindroma Down pada usia 20-an mencapai 1:1.667, sedangkan pada kehamilan di usia 45 tahun mencapai 1:30. Artinya, dari 30 kehamilan yang terjadi di usia 45 tahun, terdapat satu penderita sindroma Down.

Untuk itu, menurut dr Didi, wanita yang hamil di usia mapan perlu memeriksakan kandungan dengan dignosis prenatal. Gunanya unhtuk melihat apakah terjadi kelainan atau tidak. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan invasif atau noninvasif serta Genetic Sonograph.

Dr Didi menyarankan, ibu yang hamil di usia 37 tahun ke atas agar melakukan pemeriksaan serum maternal pada usia kehamilan 11-14 minggu. Lewat pemeriksaan USG, jika diketahui leher bayi lebih dari 3 mm dicurigai ada kelainan kromosom.

Uji Genetic Sonograph juga memperlihatkan adanya tanda kelainan jika tengkuk leher lebih dari 3 mm, lidah menjulur, panjang telinga hingga batas mulut, usus 12 jari buntu, ginjal melebar, telapak tangan lurus, serta adanya jarak antara ibu jari dan telunjuk kaki. "Jika hamil di atas usia 35 tahun, para ibu sebaiknya ekstra hati-hati dan konsultasikan kehamilan secara rutin," ia menyarankan.

Kamis, 01 Desember 2011

Operasi Caesar berhubungan dengan Obesitas Anak

Bedah caesar seolah menjadi alternatif bagi wanita yang tak ingin merasakan sakit melahirkan normal. Selama 30 tahun terakhir, tercatat lonjakan jumlah wanita yang melakukan metode persalinan dengan bius sebanyak 250 persen. 

Terlepas popularitasnya, sejumlah penelitian menyebut  persalinan caesar berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. 

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan Imperial Collage London menyebut proses kelahiran caesar cenderung menghasilkan bayi yang kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang lahir dengan proses alami.

Penelitian awal yang melibatkan 62 bayi ini mengungkap bahwa bayi yang dilahirkan dengan proses caesar memiliki lebih banyak lemak di hati, dibandingkan bayi yang dilahirkan dengan proses normal.

"Kami memiliki data awal yang menunjukkan bahwa proses kunci yang terjadi di hati untuk mengatasi lemak terganggu jika bayi tidak dilahirkan secara normal," ujar peneliti Professor Neena Modi kepada The Times, seperti dilansir Daily Mail. 

Percobaan lebih lanjut dilakukan untuk menguji teori yang mengatakan bahwa persalinan caesar dapat mencegah produksi hormon yang mengatur metabolisme selama kehidupan. Metode ini juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan enzim secara alami. 

"Sementara kelahiran secara normal dapat memicu proses metabolisme yang dapat mengontrol lemak," Modi menambahkan. 

Meski demikian, World Health Organization (WHO) telah mencabut anjuran pembatasan proses kelahiran caesar diseluruh dunia karena tidak memiliki cukup bukti terkait dampak negatif caesar.

Survei Inggris: Pasangan Usia 40 Tahun Paling Sering Bercinta

Jika dibandingkan dengan anak remaja, orang yang berusia 40 tahun ternyata lebih sering bercinta. Ini merupakan hasil survei dari radio Smooth yang berbasis di Inggris.

Survei itu menunjukkan satu dari tiga orang yang berusia kepala 4 lebih sering bercinta dalam sebulan terakhir dibandingkan orang yang berusia 20an. Survei yang dilakukan pada 1.700 orang ini, tampaknya menggambarkan peribahasa 'hidup dimulai saat usia 40'.

"Kelompok usia ini sudah memiliki pengalaman hidup yang mengagumkan tapi masih bisa menerima ide-ide baru. Mereka besar dalam generasi rock and roll," kata Andy Carter, direktur pelaksana Smooth Radio seperti dikutip dari Daily Mail.


Dalam hal mengunjungi klub, ternyata orang yang berusia 40an tak terlalu sering, presentasenya hanya 15 persen. Namun, mereka sangat suka bersosialisasi dan menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga pada Sabtu malam.

"Pada usia 40an, seseorang berada di puncak kepercayaan dirinya dan sangat tahu apa yang diingikannya dalam hidup," kata Emma B, penyiar Smooth Radio.

Asap Knalpot Menurunkan Kesuburan

Ternyata, bertempat tinggal di lokasi yang dekat dengan kemacetan lalu lintas bisa menyebabkan penurunan tingkat kesuburan pada wanita.
Sebuah studi yang dilakukan pada ribuan pasien di Inggris menemukan, wanita yang secara teratur menghirup asap knalpot, kemungkinan untuk bisa hamil lebih kecil hingga 24 persen dibandingkan mereka yang tinggal di daerah kurang tercemar polusi.
Nitrogen dioksida, sebuah toksin yang dihasilkan knalpot mobil dan truk, pembangkit listrik dan kompor gas, berdampak negatif pada peluang wanita memiliki bayi. 

Meskipun sebelumnya polusi udara dikaitkan dengan kelahiran prematur, berat lahir rendah dan cacat lahir, studi terbaru mengungkapkan racun itu juga dapat menghambat terjadinya kehamilan. 

Para peneliti membandingkan tingkat keberhasilan pada 7.500 pasien dengan tingkat polusi di sekitar rumah pasien, tempat bekerja, dan klinik perawatan. Hasilnya, mereka menemukan bukti  konsisten yang menunjukkan makin tinggi tingkat nitrogen dioksida yang dihirup pasien, makin rendah tingkat kesuburan mereka.

Peneliti di Universitas Pennsylvania, AS, ini mengatakan ternyata polusi udara, seperti dari knalpot dan merokok, dapat merusak merusak sel telur atau memotong aliran darah ke rahim dan plasenta. 

Penulis studi dr. Richard Legro mengatakan, "Terdapat hubungan signifikan antara polusi udara dan peningkatan pembekuan darah. Faktor ini juga berefek buruk pada kesehatan reproduksi." 

Jadi, menurut dr. Legro, jika Anda sedang menjalani program punya momongan, ada baiknya menjauhi polusi udara sebisa mungkin. Selain Anda akan mudah hamil, janin dalam kandungan juga akan lebih sehat.

Selasa, 29 November 2011

Hubungan Kepribadian dan Kesuburan

Studi Universitas Sheffield mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dan laki-laki dipengaruhi sifat dan kepribadiannya. Dengan kata lain, prediksi jumlah keturunan bisa dilakukan lewat kepribadiannya.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita emosional dan laki-laki dengan kepribadian terbuka memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Mereka cenderung memiliki banyak anak. 

Para peneliti mengumpulkan data dari empat desa di pedalaman Senegal. Mereka menganalisa hubungan antara kepribadian setiap pasangan rumah tangga dan jumlah serta kesehatan keturunannya. Analisa dilakukan dengan parameter lima sifat dasar manusia. 

Studi menyimpulkan, wanita yang memiliki tingkat emosional tinggi seperti mudah cemas, depresi, dan murung, memiliki anak 12 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang memiliki emosi stabil. Kondisi ini banyak ditemui di kalangan keluarga dengan status sosial tinggi. 

Sementara pria yang memiliki kepribadian ekstrovert atau suka bergaul dengan lingkungan sosial memiliki kemampuan menghasilkan keturunan 14 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kepribadian tertutup. 

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian seseorang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi jumlah keturunannya," kata Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield.
Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Dr Alexandra Alvergne dari Departemen Antropologi Universitas College London, dan Markus Jokela dari Universitas Helsinki, Finlandia.
Seperti dikutip dari laman India Times, hasil studi itu telah dipaparkan dalam National Academy of Sciences

Seputar Keganasan Indung Telur (Kanker Ovarium)

Tak jauh berbeda dari penyakit kanker lainnya, kanker ovarium juga dikenal sebagai 'silent killer'. Meskipun kanker yang menyerang indung telur ini secara teknis digolongkan sebagai kanker langka, data di Inggris mengungkapkan kanker ini menyerang 6.700 wanita tiap tahunnya.

Seperti dikutip dari laman mirror.co.uk, wanita yang berisiko mengalami kanker ovarium sangat bervariasi. Bisa dipengaruhi faktor genetik atau gaya hidup tak sehat.
Namun pada umumnya, wanita berusia di atas 50 tahun akan lebih berisiko mengembangkan penyakit ini.  Di Inggris sendiri, empat dari lima kasus yang terjadi dialami oleh wanita di atas 50 tahun.
Banyak wanita beranggapan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker paling mengancam jiwa wanita. Namun, berkat adanya pemeriksaan pap smear, kanker serviks akan lebih mudah dideteksi lebih dini dibandingkan kanker ovarium.

Menurut penelitian, kanker ovarium yang juga dikenal dengan sebutan kanker ovarian ini telah membunuh sekitar 4.500 wanita per tahun, sementara kematian akibat kanker serviks hanya 1.000 kasus.

Beberapa gejala awal mungkin tidak akan pernah dirasakan bagi mereka yang mengalami kanker ovarian. Maka tak heran, jika pasien mengalami keterlambatan penyembuhan karena kanker yang dialaminya telah memasuki stadium lanjut. 

Penelitian menunjukkan, wanita sesungguhnya mengalami gejala pada tahap awal penyakit ini, tetapi mereka kurang menyadarinya. Terbukti, survei Ovarian Cancer Action mengungkapkan, 80% dari wanita sulit mengenali tanda-tanda ini.

Padahal, ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal penyakit ini. Mereka yang menderita kanker ovarian biasanya sering mengalami masalah nyeri panggul atau sakit perut yang terus menerus, peningkatan ukuran perut, kembung persisten, susah makan dan selalu timbul perasaan cepat kenyang meski hanya sedikit menyantap makanan. 

Gejala yang tak biasa lainnya termasuk juga lebih sering buang air kecil, adanya perubahan kebiasaan buang air besar, sering mengalami sembelit, diare, merasa lelah berkepanjangan.

Jika Anda mengalami beberapa kondisi dari gejala di atas, Dr Khalil Razvi, ginekolog dari Southend University Hospital menyarankan, "Segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala ini selama empat minggu atau lebih. Setiap gejala, terutama rasa sakit, perlu diteliti lebih seksama. Makin cepat Anda didiagnosis dan diobati, makin baik peluang kelangsungan hidup Anda."

Minggu, 27 November 2011

Manfaat Kedelai Bagi Kesuburan

Sebuah studi terbaru menghasilkan kesimpulan bahwa perawatan kesuburan berbasis kacang kedelai cukup efektif. Selain dapat mengurangi keguguran, terapi ini juga mampu meningkatkan potensi kehamilan hingga enam kali lipat.

Wanita yang gagal dalam program pembuahan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), memiliki potensi keberhasilan sebesar 50 persen berkat diet kedelai. Hanya satu dari 10 orang yang dapat meningkatkan kesuburan menggunakan prosedur tradisional.

Para dokter di belakang penelitian percaya bahwa cairan intralipid, senyawa lemak dan kaya kalori yang terkandung dalam minyak kedelai membantu banyak wanita yang ingin memiliki anak.

George Ndukwe, pakar dari klinik kesuburan di Nottingham, mengatakan, wanita yang keguguran berulang terutama yang menjalani proses IVF, mengalami penderitaan lebih dalam. Belum lagi biaya IVF yang mencapai £2 ribu atau setara Rp28 juta tidak menjamin keberhasilan. Sementara intralipid, disebut sebagai pilihan alami yang jauh lebih murah.

Dr Ndukwe menemukan, satu dari empat wanita yang berjuang untuk hamil memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. "Tingkat sel darah putih yang tinggi akan 'memerangi' kehamilan dengan memicu produksi bahan kimia yang menyerang plasenta atau embrio," katanya seperti dikutip dari Daily Mail. 

Terapi intralipid, yang diberikan sekitar seminggu sebelum wanita menjalani proses IVF tak hanya lebih murah, tapi juga efektif meningkatkan peluang kehamilan.

KEHAMILAN EKTOPIK

DEFINISI
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kavum uteri.
Sering disebut juga kehamilan ekstrauterin. Kurang tepat, karena kehamilan pada cornu uteri atau serviks uteri (intrauterin) juga masih termasuk sebagai kehamilan ektopik.

PATOFISIOLOGI
Ovum yang telah dibuahi berimplantasi di tempat lain selain di endometrium kavum uteri.
Prinsip patofisiologi : gangguan / interferensi mekanik terhadap ovum yang telah dibuahi dalam perjalanannya menuju kavum uteri. 


Kemungkinan implantasi :
di tuba Falopii (paling sering, 90-95%, dengan 70-80% di ampulla), serviks, ovarium, abdomen, dsb. 

Implantasi patologik di dinding lumen tuba paling sering, karena tuba merupakan jalur utama perjalanan ovum. 








Sering terjadi pada : 
1. kelainan tuba atau adanya riwayat penyakit tuba (misalnya salpingitis), menyebabkan oklusi atau kerusakan silia tuba.
2. riwayat operasi tuba, sterilisasi dsb
3. riwayat penyakit radang panggul lainnya. 
4. penggunaan IUD yang mencegah terjadinya implantasi intrauterin.
5. ovulasi yang multipel akibat induksi obat-obatan, usaha fertilisasi in vitro, dsb.



 

Isi konsepsi yang berimplantasi melakukan penetrasi terhadap lamina propria dan pars muskularis dinding tuba. Kerusakan tuba lebih lanjut disebabkan oleh pertumbuhan invasif jaringan trofoblas. 

Karena trofoblas menginvasi pembuluh darah dinding tuba, terjadi hubungan sirkulasi yang memungkinkan jaringan konsepsi bertumbuh.

Pada suatu saat, kebutuhan embrio di dalam tuba tidak dapat terpenuhi lagi oleh suplai darah dari vaskularisasi tuba itu. 

Ada beberapa kemungkinan akibat hal ini :
1. kemungkinan terbentuknya jaringan mola berisi darah di dalam tuba, karena aliran darah di sekitar chorion menumpuk, menyebabkan distensi tuba, dan mengakibatkan ruptur intralumen kantung gestasi di dalam lumen tuba.
2. kemungkinan "tubal abortion", lepas dan keluarnya darah dan jaringan ke ujung distal (fimbria) dan ke rongga abdomen.
3. kemungkinan reabsorpsi jaringan konsepsi oleh dinding tuba sebagai akibat pelepasan dari suplai darah tuba.
4. kemungkinan ruptur dinding tuba ke dalam rongga peritoneum, sebagai akibat erosi villi chorialis atau distensi berlebihan tuba - keadaan ini yang umum disebut kehamilan ektopik terganggu / kehamilan ektopik dengan ruptur tuba.



"KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU"
(Kehamilan ektopik tuba yang ruptur)

Gejala / tanda
1. Ada riwayat terlambat haid dan gejala kehamilan muda.
2. Akut abdomen, terutama nyeri perut kanan / kiri bawah.
3. Perdarahan per vaginam (dapat juga tidak ada).
4. Keadaan umum ibu dapat baik sampai buruk / syok, tergantung beratnya perdarahan yang terjadi.
5. Kadang disertai febris.




Diagnosis
1. Anamnesis : riwayat terlambat haid / amenorrhea, gejala dan tanda kehamilan muda, dapat ada atau tidak ada perdarahan per vaginam, ada nyeri perut kanan / kiri bawah.
2. Pemeriksaan fisis : keadaan umum dan tanda vital dapat baik sampai buruk, ada tanda akut abdomen. Saat pemeriksaan adneksa dengan vaginal touché, ada nyeri bila porsio digerakkan (nyeri goyang porsio).
3. Pemeriksaan penunjang diagnostik : urine B-hCG (+), kuldosentesis (ditemukan darah di kavum Douglasi), USG. 
4. Diagnosis pasti hanya ditegakkan dengan laparotomi
Diagnosis banding
Hati-hati dengan diagnosis banding, misalnya appendisitis pada usia kehamilan muda : mungkin ada tanda kehamilan, mungkin juga ada tanda akut abdomen - sebaliknya kehamilan ektopik terganggu belum tentu pula disertai gejala perdarahan.

Penatalaksanaan kehamilan ektopik dengan ruptur tuba
1. Optimalisasi keadaan umum ibu, dengan transfusi, infus, oksigen, atau kalau dicurigai ada infeksi, diberikan juga antibiotika.
2. Penatalaksanaan yang ideal adalah menghentikan sumber perdarahan segera dengan laparotomi dan salpingektomi (memotong bagian tuba yang terganggu).

Prognosis bagi kehamilan berikutnya:
Umumnya penyebab kehamilan ektopik (misalnya penyempitan tuba atau pasca penyakit radang panggul) bersifat bilateral. Sehingga setelah pernah mengalami kehamilan ektopik pada tuba satu sisi, kemungkinan pasien akan mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba sisi yang lain.


KEHAMILAN SERVIKAL

Kehamilan servikal jarang terjadi. Pada implantasi di serviks, dapat terjadi perdarahan tanpa disertai nyeri, dan kemungkinan terjadinya abortus spontan sangat besar. Jika kehamilan tumbuh sampai besar, perdarahan / ruptur yang terjadi sangat berat, sehingga sering diperlukan tindakan histerektomi total.

Kriteria Rubin (1911) untuk kehamilan servikal :
1. kelenjar serviks harus ditemukan di seberang tempat implantasi plasenta
2. tempat implantasi plasenta harus berada di bawah arteri uterina atau peritoneum viserale uterus
3. janin tidak boleh terdapat di daerah korpus uterus
4. implantasi plasenta di serviks harus kuat

Kriteria klinis dari Paalman & McElin (1959) untuk kehamilan servikal, lebih dapat diterapkan secara klinis :
1. ostium uteri internum tertutup
2. ostium uteri eksternum terbuka sebagian
3. hasil konsepsi terletak di dalam endoserviks
4. perdarahan uterus setelah fase amenorhea, tanpa disertai nyeri
5. serviks lunak, membesar, dapat lebih besar daripada fundus (hour-glass uterus).

 KEHAMILAN OVARIAL
Kehamilan ovarial ditegakkan atas dasar kriteria Spiegelberg :
1. tuba pada sisi kehamilan harus normal
2. kantung janin harus terletak dalam ovarium
3. kantung janin dihubungkan dengan uterus oleh ligamentum ovarii proprium
4. jaringan ovarium yang nyata harus ditemukan dalam dinding kantung janin

Pada kenyataannya kriteria ini sulit dipenuhi, karena umumnya telah terjadi kerusakan jaringan ovarium, pertumbuhan trofoblas yang luas, dan perdarahan menyebabkan topografi kabur, sehingga pengenalan implantasi permukaan ovum sukar ditentukan secara pasti.



KEHAMILAN EKTOPIK DI TEMPAT LAIN

Kehamilan intraligamenter, kehamilan abdominal

Sabtu, 26 November 2011

70% Wanita Hamil bermasalah Pakai High Heel

Hati-hati mengenakan alas kaki saat sedang berbadan dua. Jajak pendapat dikelola Britain's Society of Chiropodists and Podiatrists di Inggris menemukan, tujuh dari 10 ibu hamil menderita penyakit kaki setelah mengenakan sepatu bergaya.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, dari 1.000 wanita hamil yang disurvei, 45 persen mengalami kaki bengkak, 37 persen bengkak di pergelangan kaki, dan 16 persen menderita nyeri tumit selama masa kehamilan.

Sebanyak 32 persen dari responden ternyata tak biasa melepas kebiasaan mengenakan sepatu hak tinggi (high heels) saat hamil. "Tumit tinggi mengubah postur Anda, memperpendek otot betis, dan meningkatkan tekanan pada punggung dan lutut," kata ahli penyakit kaki Lorraine Jones. 

Lorraine mengatakan, wanita hamil rentan mengalami tegang di bagian pergelangan kaki dan ligamen. "Kaki yang tidak bisa menopang tubuh dengan baik juga berisiko menyebabkan jatuh,” katanya. 

Tidak hanya sepatu bertumit tinggi yang tidak baik untuk wanita hamil. Sebab, dari jajak pendapat 66 persen responden terbiasa memakai sandal jepit selama hamil, 53 persen memakai sepatu flat balet, dan 30 persen mengenakan alas kaki bergaya lainnya.

Jadi, apakah wanita hamil benar-benar tidak boleh mengenakan alas kaki? Lorraine mengatakan, alas kaki paling ideal untuk ibu hamil adalah yang nyaman dengan ciri ukuran lebar pas. 

Wanita hamil juga boleh mengenakan alas kaki berhak tinggi, namun tidak untuk waktu yang lama. Jika sudah terasa pegal dan tubuh seolah tak bisa menopang, lebih baik tanggalkan alas kaki berhak Anda.

"Banyak selebriti hamil terlihat memakai sepatu hak tinggi di majalah saat menghadiri acara. Jangan ditiru, cobalah untuk mengatur penggunaan hak tinggi Anda. Jangan digunakan untuk kegiatan harian Anda," kata Lorraine
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...