ShareThis

Rabu, 28 Desember 2011

Cara Kerja Kegemukan Mempengaruhi Kesuburan


kadang ada lho yang berpendapat perut buncit dianggap tanda kemakmuran. Anggapan tersebut tidak lagi signifikan karena perut buncit dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, jantung, kanker, osteoartritis, hingga kemandulan.

Akumulasi kelebihan lemak dalam tubuh disebut sebagai obesitas. Kebanyakan orang sadar bahwa obesitas mengubah penampilan, tetapi tidak menyadari bahwa obesitas juga mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Satu kondisi kesehatan tersebut adalah kemandulan. Simak bagaimana obesitas secara langsung dikaitkan dengan kemandulan pada pria dan wanita, seperti dilansir Shine.

Obesitas sebabkan disfungsi ovulasi (gangguan Pelepasan Sel Telur) pada wanita

Disfungsi ovulasi merupakan gangguan keseimbangan hormon tubuh yang menyebabkan obesitas pada pria dan wanita obesitas. Ketidakteraturan tingkat hormon seperti androgen, estrogen, dan progesteron benar-benar dapat mengubah siklus menstruasi wanita. Padahal, tingkat optimal hormon ini sangat penting untuk kehamilan.

“Timbunan lemak di ovarium juga dapat mengganggu perkembangan embrio dan mengakibatkan keguguran," jelas Dr Abhay Agrawal, ahli bedah dan pengontrol obesitas.

Obesitas dan sindrom ovarium polikistik

Penyebab utama masalah kesuburan pada wanita dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS), dimana sejumlah besar kista kecil muncul di ovarium sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon.

“Gangguan dalam ovulasi wanita dan siklus menstruasi sebagai akibat dari kenaikan berat badan tidak sehat berdampak negatif terhadap sistem reproduksi serta menyebabkan kesulitan hamil,” jelas ahli kesehatan Dr Manish Motwani.

Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan makan yang disiplin, tingkat peningkatan aktivitas fisik sehari-hari, dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Sementara ini, cara konvensional penurunan berat badan dapat bekerja dengan baik untuk individu obesitas. Namun pada orang yang mengidap obesitas tak sehat—orang dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 37,5kg/meter berat badan—hampir mustahil untuk menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja.

Hasil obesitas tak sehat mengalami perubahan permanen dalam metabolisme. Karenanya, kini dianggap sebagai gangguan medis yang memerlukan pengobatan klinis melalui operasi penurunan bariatrik. Bedah bariatrik telah diterima sebagai solusi paling efektif untuk mencapai penurunan berat badan berkelanjutan pada pasien obesitas tak sehat.

Produksi sperma rendah, disfungsi ereksi, dan obesitas

Kasus-kasus infertilitas yang disebabkan obesitas tidak saja memberikan dampak buruk bagi wanita. Pada pria terdapat hubungan kuat antara berat badan meningkat dengan rendahnya produksi sperma serta disfungsi ereksi.

"Obesitas sangat terkait dengan kemandulan pada pria. Sel-sel lemak memroduksi estrogen. Dan laki-laki dengan sel lemak berlebih, lebih banyak menghasilkan estrogen dibandingkan pria dengan berat badan normal. Jadi salah satu penyebab paling umum kemandulan pria adalah produksi sperma yang abnormal," ujar Dr Motwani.

Obesitas sendiri adalah akar penyebab komplikasi medis. Oleh karena itu, pengobatan untuk infertilitas terkait obesitas pada pria dan wanita harus mencakup pendekatan yang difokuskan pada mengobati obesitas itu sendiri.

Faktor genetik yang menyebabkan obesitas mungkin di luar kendali, tapi memodifikasi gaya hidup berperan penting dalam mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup seseorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada Masukan, Kritik, Pertanyaan...? ketik ajahh......
emg saya baru nge-blog,jd perlu komentar Sob..hehe..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...