ShareThis

Minggu, 15 Agustus 2010

Screening Kanker Ovarium Janjikan Kesembuhan

INILAH.COM, Jakarta - Para peneliti berhasil menemukan cara mencari tahu kesehatan perempuan soal kanker ovarium. Penyakit ini jarang menunjukkan gejala hingga seringkali terlambat diobati.
“Metode yang ‘mulai terlihat sangat menjanjikan’,” papar pemimpin studi tersebut, Dr Karen Lu dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston. Mereka akan hadir bulan depan di sebuah konferensi American Society Onkologi Klinik.
Beberapa yayasan telah membantu membiayai penelitian itu. Kolega Dr. Lu, Dr Robert Bast membantu memberikan US$150 untuk tes darah yang digunakan dalam penelitian ini dan mendapatkan royalti dari pembuatnya, Fujirebio Diagnostics Inc.
Ahli lain mengatakan hasil penelitian ini cukup menggembirakan. “Tidak terlalu banyak perempuan dirujuk untuk operasi yang tidak perlu. Semua kanker agresif yang terdeteksi pada tahap awal, kemudian dapat disembuhkan,” kata Dr Laura Havrilesky, spesialis kanker wanita di Duke University.
Kanker ovarium sangat mematikan karena hampir 80% kasus yang ditemukan pada stadium lanjut. Sekitar 21.550 wanita didiagnosis dan 14.600 mati di AS tahun lalu. Ketika ditemukan lebih awal, kelangsungan hidup selama lima tahun adalah sebesar 94%, demikian The American Cancer Society.
Peneliti telah menguji CA-125, suatu protein dalam darah berjumlah tinggi di hampir semua orang namun tidak bagi wanita dengan kanker ovarium. Ini karena berbagai alasan seperti fibroid rahim, kista tidak berbahaya dan bahkan kanker jenis lain.
Studi baru ini diuji sebagai langkah pertama melakukan screening pada 3.252 wanita, usia 50-74, yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara atau kanker ovarium.
Semua menjalani tes awal dan dikelompokkan sebagai rendah, sedang atau risiko tinggi berdasarkan tingkat CA-125 serta berapa banyak level tersebut berubah dari waktu ke waktu.
Kelompok risiko rendah mengulangi tes darah dalam setahun. Kelompok menengah mendapat tes lain dalam tiga bulan. Mereka yang berisiko tinggi, sekitar 1% dari wanita setiap tahun, dirujuk untuk USG dengan biaya sekitar US$300, untuk mencari tanda-tanda kanker.
Selama sembilan tahun penelitian, 85 perempuan dikirim untuk ujian, dan delapan akhirnya menjalani operasi eksplorasi untuk melihat apakah mereka menderita kanker. Tidak seperti bentuk lain dari kanker, dokter tidak bisa melakukan biopsi untuk kanker ovarium tanpa operasi.
Lima dari delapan wanita yang telah menjalani operasi ternyata memiliki kanker yakni, tiga telah tumor agresif, dan dua menderita kanker yang belum menjadi invasif. Tiga lainnya tumor jinak. Dua kanker non-invasif luput dari pemeriksaan. "Kami hanya perlu melakukan tiga operasi untuk mengambil satu kasus kanker invasif," kata Lu.
Studi terhadap 3.000 wanita Amerika ini memang belum cukup untuk membenarkan proses screening penyakit kanker. Namun dokter mendorong tindakan ini karena mampu memberikan kesimpulan lebih awal dibandingkan studi di Inggris yang akan memberikan jawaban dalam beberapa tahun.
Lebih penting, studi di AS ini menyarankan bahwa pendekatan ini dapat menemukan tumor agresif tanpa harus meminta banyak perempuan sehat melakukan tes lanjutan yang tidak penting. Hanya sedikit perempuan membutuhkan operasi eksplorasi setelah screening. Bagi mereka yang melakukannya, sepertiga di antaranya miliki kanker invasif. [mdr]

Jika Bumil Terlalu Lama Berdiri..

ANDA sedang hamil dua bulan. Masalahnya, pekerjaan menuntut Anda harus berdiri lama–sekira 7 jam–dan diselingi satu jam istirahat. Walau hingga kini Anda belum mengalami masalah serius selain keletihan, toh Anda tetap khawatir dengan kondisi janin.

Apakah BuMil yang terlalu lama berdiri bisa memengaruhi keadaan janin dalam kandungan? Bisa pulakah kaki menjadi bengkak karenanya?

dr Marko Antonio Suprantiyo, SpOG dari Rumah Sakit Pelni memaparkan, pada prinsipnya, jika keadaan Bumil sehat dan baik-baik saja, tidak ada pantangan apapun dalam hal makanan ataupun aktivitas. Namun, jika sudah mempunyai keluhan harus segera diperiksakan ke dokter apa penyebabnya.

Umumnya, usia kehamilan pada trimester pertama adalah masa pembentukan, maka belum relatif aman dari kemungkinan keguguran atau hamil prematur dan lain sebagainya. Walau begitu, Ibu tak perlu terlalu khawatir.

Pada Bumil yang memang diharuskan bekerja sambil berdiri tidak menyebabkan kaki membengkak dan juga tidak berpengaruh pada janin. Hanya saja, Bumil akan lebih merasa pegal atau ngilu di perut bawah (kontraksi). Nah, jika hal ini terjadi atau Moms merasa lelah, maka segeralah istirahat. Anda bisa duduk sebentar lalu melanjutkan aktivitas lagi.

Kaki Membengkak?

Kondisi kaki membengkak di tungkai atau kaki biasanya dialami oleh Bumil pada trimester ketiga, bukan satu atau dua. Salah satu penyebabnya karena Bumil terlalu banyak beraktivitas sedangkan kondisi perut pada trimester tiga sudah semakin membesar. Tapi, bila bengkaknya ringan serta kondisi yang lain normal (misalnya kondisi darah, urin serta kulit normal), tak perlu khawatir.

Capek, Segera Istirahat

Perlu diketahui, kontraksi bukan hanya milik Bumil, ketika haid Moms juga bisa mengalami kontraksi. Saat berdiri pun sebenarnya tubuh melakukan kontraksi. Bila kontraksi datang, cara sederhana yang bisa dilakukan Bumil adalah istirahat dengan cara rileks dengan kaki ditaruh di atas kursi kecil serta kedua tangan dilepaskan, tidak menekuk. Secara otomatis maka seluruh otot akan relaksasi.

Pada Bumil, sangat disarankan memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya. Bisa sambil duduk rileks atau jauh lebih baik lagi bila sambil tidur (berbaring). Nah, setelah rasa lelah itu hilang, Bumil bisa melanjutkan aktivitas kembali. Namun, jika rasa lelah dan keluhan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan istirahat, maka seceptanya dapat menghubungi dokter atau segera ke rumah sakit terdekat.

Makan Makanan Sehat
Tidak ada makanan dan minuman khusus bagi Bumil dengan aktivitas banyak berdiri. Namun, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi lengkap termasuk sayuran serta buah-buahan dan banyak minum air putih. Kebutuhan protein Bumil lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak hamil, sehingga sangat baik jika Bumil mengonsumsi aneka jenis protein nabati serta hewani.

Tanda-tanda Alami di Tubuh Bumil
- Cepat merasa lelah karena daya tahan tubuh menurun.
- Lebih merasa sering mengantuk.
- Secara alami memang butuh lebih banyak istirahat guna meminimalkan terjadinya gangguan pada rahim.
(Mom& Kiddie//ftr)

50 Persen Melahirkan Caesar Bikin Bayi Alergi

Surabaya - Bagi wanita yang melahirkan secara normal, anak Anda dipastikan tidak mengalami alergi apapun saat maish bayi, anak-anak hingga dewasa. Hal ini berbeda dengan wanita yang melahirkan secara caesar.

"50 Persen wanita yang melahirkan secara caesar, anak-anaknya rawan mengalami alergi apapun. Hal ini tentu berbeda dengan wanita yang melahirkan melalui jalur biasa banyak untungnya," kata Dr dr Ario SpPD-KAI, Wakil Ketua Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXV Ilmu Penyakit Dalam FK Unair-RSU dr Soetomo yang digelar di Hotel Shangri-La 23-25 Juli kepada wartawan di ruang sidang penyakit dalam RSU Soetomo, Senin (19/7/2010).

Dia menambahkan, secara teknis bayi yang lahir secara normal akan melewati beberapa bagian organ dalam hingga vagina sang ibu. Secara logika ibu yang melahirkan normal, si bayi akan menelan dan menghirup lendir, darah atau air ketuban.

Namun justru hal itulah yang menyebabkan si bayi kebal, termasuk kebal terhadap alergi. "Bayangkan saja saat sang bayi melewati perjalanan keluarnya dari rahim, dia akan menelan lendir yang dianggap sebagai kuman atau mikroba. Tapi justru mikroba itu mengandung pro biotik yang berfungsi salah satunya untuk ketahanan tubuh," jelasnya.

Tapi, kata dia, wanita yang melakukan operasi caesar saat melahirkan justru mudah terkena alergi. "Padahal mereka yang melakukan caesar jauh dari kotor penanganannaya. Semua dilakukan steril, baik saat dibersihkan dan diberi antibiotik," kata dr Ario.
(fat/fat)

Keluar Bercak darah saat Hamil..?

ANDA sedang hamil 9 minggu. Sebelum menikah hingga sekarang, Anda sering pulang kerja malam hari. Belakangan ini, beberapa kali Anda mengalami flek (keluar darah seperti darah habis menstruasi) kecokelatan dengan jumlah sedikit tanpa rasa sakit pada perut.

Biasanya selang seminggu, flek ini muncul lagi. Kini sudah empat kali saya alami flek. Apakah ini akibat saya bekerja dan pulang malam hari? Berbahaya atau wajarkah? dr Ali Sungkar, SpOG dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo menjawabnya untuk Anda.

Flek tidak selalu berhubungan dengan aktivitas fisik. Keluarnya flek pada trimester awal bukanlah suatu hal yang wajar. Walau hal ini sering terjadi pada Bumil, namun tentu saja ini berbahaya jika flek terus berlangsung dan terjadi perdarahan yang bisa menyebabkan keguguran.

Perlu diketahui, flek adalah perdarahan ringan (spotting), jumlah darah yang keluar sedikit, bercak darah dari Miss V berwarna merah atau kecokelatan dan tidak sampai mengotori pakaian dalam. Sedangkan perdarahan jumlahnya lebih banyak daripada flek dan mengotori pakaian dalam. Ini jelas lebih serius daripada flek. Perdarahan terjadi, jika ada bagian implantasi yang lepas dan tidak terjadi koagulasi (proses tubuh menghentikan atau menutup perdarahan yang terjadi pada hasil konsepsi).

Penyebab Flek

Banyak faktor penyebab flek, antara lain implantasi yang tak sempurna, ketidakseimbangan hormon, hasil konsepsi yang tak sempurna, kelainan kromosom dengan respon tubuh yang mengeluarkan flek, kelainan darah dan lain sebagainya.
Solusinya adalah periksakan ke dokter, di mana akan dicari penyebab dan tata laksananya disesuaikan dengan penyebabnya.

Pada kehamilan 9 minggu seharusnya sudah didapatkan hasil konsepsi. Nah, harus dipastikan apakah adanya perdarahan di belakang tempat implantasi dari hasil konsepsi tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan keguguran atau tidak.

Waspada Jika Flek Terus Berlanjut

Walau tidak semua Bumil mengalami flek di tiga trimester, namun perlu waspada jika terjadi sepanjang masa kehamilan. Munculnya flek bergantung pada jenis kelainannya. Apabila penyebabnya karena plasenta previa - keadaan plasenta yang implantasinya (penempelennya) tidak pada tempat yang seharusnya yaitu di bagian atas rahim dan menjauhi jalan lahir-dan kelainan darah maka flek dapat berlanjut terus. Cara mendeteksi keadaan tersebut adalah dengan USG.

Saatnya Pergi ke UGD Jika...
- Terjadi perdarahan dalam jumlah banyak atau nyeri perut dan kontraksi yang hebat.
- Keluar flek atau perdarahan yang sudah berlangsung lebih dari 24 jam.
- Pingsan atau merasa sangat pusing dan lemas.
- Perdarahan disertai demam di atas 38 derajat Celsius.
(Mom& Kiddie//ftr)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...