ShareThis

Selasa, 31 Januari 2012

Anjuran Makanan buat Ibu Setelah Melahirkan


Kenaikan berat badan yang drastis membuat banyak ibu baru merencanakan program diet setelah melahirkan. Banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan, atau diet dengan hanya mengonsumsi makanan tertentu seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Padahal, ibu yang baru melahirkan membutuhkan lebih banyak kalsium dan energi yang cukup untuk mengurus dan menyusui bayi.

Ketaki Karpe-Kolgaonkar, seorang clinical pharmacist mengatakan bahwa diet pasca melahirkan harus memenuhi semua kebutuhan nutrisi si ibu baru. Berhati-hatilah terhadap sayuran yang belum dicuci karena masih mengandung bakteri, susu yang tidak dipasteurisasi, air yang tidak disterilkan atau daging mentah karena dapat mengganggu kesehatan si ibu. Apa saja yang haus dikonsumsi ibu yang baru melahirkan? Ini tips dietnya, seperti dikutip dari Times of India.

1. Meningkatkan Asupan Kalori
Dr. Shilpa Joshi, seorang ahli gizi menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang mengandung minyak dan berbagai jenis bumbu serta rempah-rempah bagi ibu yang baru melahirkan, kecuali jika dilarang oleh dokter atau ahli gizi.

"Ibu membutuhkan energi ekstra, setidaknya dalam enam bulan pertama karena ia akan menyusui bayi lebih sering. Jadi dia perlu lebih banyak kalori yang pada makanan yang kaya protein,” tambah Shilpa.

Jika Anda bukan seorang vegetarian, lebih baik tidak mengganti makanan Anda dengan jenis daun-daunan seperti bayam, misalnya. Hal ini tidak baik untuk kesehatan Anda karena tidak sesuai dengan pola makan yang biasanya. Sup yang di dalamnya terdapat daging iris dicampur dengan kaldu tanpa terlalu banyak minyak dan campuran rempah akan lebih baik bagi Anda.

2. Meningkatkan Asupan Zat Besi
Ibu yang baru melahirkan kehilangan banyak darah, sehingga kadar zat besi dalam tubuh juga menjadi berkurang. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah banyak mengonsumsi bayam. Bayam merupakan salah satu sayuran yang terkenal memiliki kandungan zat besi sangat tinggi. Zat besi ini berguna untuk pembentukan sel darah merah di dalam tubuh sehingga dapat mengatasi anemia.

3. Minum Susu untuk Kecukupan Kalsium
Ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui membutuhkan asupan kalsium yang cukup. Susu merupakan sumber utama kalsium, jadi konsumsi susu sapi atau susu kedelai sangat dianjurkan. Sebaliknya, hindari susu kaleng atau susu formula karena tidak baik bagi kesehatan Anda dan si bayi. Jika Anda alergi laktosa, Anda dapat mengganti susu dengan biji selada yang merupakan sumber makanan kaya akan kalsium.

4. Minum Cukup Air Putih Setiap Hari
Ibu yang baru melahirkan harus meminum banyak cairan, terutama air mineral kurang lebih enam hingga delapan gelas per hari. Minum air dan berbagai cairan secara rutin dapat merangsang keluarnya ASI. Berbagai cairan yang dapat merangsang ASI selain air mineral adalah air kelapa, jus buah atau milkshake. Hindari teh maupun kopi karena selain tidak baik untuk Anda yang sedang menyusui, juga tidak baik untuk bayi Anda

Minggu, 29 Januari 2012

Lengkapi Ritual 'Bercinta' dengan Musik yang Mendukung...


Musik memang membuat hidup lebih hidup, tak terkecuali seks. Walau belum banyak penelitian yang dilakukan tentang pengaruh musik terhadap seks, beberapa seksolog, terutama yang berkecimpung dalam bidang terapi, cukup yakin, musik mampu memengaruhi kinerja seks manusia.

Beberapa ahli lain, yang lebih berhati-hati, hanya menyatakan bahwa jenis musik tertentu bisa memengaruhi suasana yang membangkitkan mood bercinta. Tapi, yang jelas, beberapa penelitian menemukan, rangsangan auditif (hal yang berhubungan dengan indera pendengaran) merupakan salah satu yang bisa membangkitkan hasrat bercinta manusia. Musik seperti apa sih, pilihannya?

Musik keras
Kalau Anda berpikir musik yang bisa membangkitkan gairah adalah musik-musik pelan, seperti lagu klasik atau lagu cinta, Anda mungkin terlalu banyak menonton film Hollywood. Soalnya, musik yang bisa meningkatkan dorongan seksual justru musik-musik yang keras dan berdentam-dentam.

Tracy Erb, seksolog dari Amerika Serikat, menyatakan, suara keras berhubungan dengan hasrat seks. "Persentase responden yang berhubungan seks setelah mengunjungi diskotek atau konser musik rock lebih besar ketimbang responden yang mengunjungi konser jazz atau musik klasik," katanya.

Fenomena ini, menurut Erb, merupakan "tanggung jawab" bagian tertentu dari indera pendengaran manusia. Dalam rongga telinga ada suatu bagian yang disebut sacculus, yang bereaksi bila menerima rangsang suara yang keras dan ingar bingar.

Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat emosi di otak, yang diterjemahkan sebagai sesuatu yang menyenangkan. "Karena itu, sekali-sekali ajaklah pasangan ke diskotek atau konser musik rock agar gairahnya bangkit," saran Erb.

Musik lembut
Lee Barger, seorang kritikus musik dan DJ berpengalaman di sebuah stasiun radio, menyatakan pendapat yang sedikit berbeda dari Erb. "Banyak orang yang lebih menyukai musik-musik berirama lembut sebagai pilihan teman bercintanya," kata Gardner.

Pendapat itu didasarkan pada pengalaman-pengalaman ketika masih siaran lewat tengah malam. "Banyak permintaan lagu-lagu pelan, khususnya lagu Barry White," katanya. Selain Barry White, ada beberapa lagu berirama pelan yang dibawakan pria penyanyi lain yang juga banyak digemari.

Tapi, kenapa pilihannya penyanyi pria? "Para penyanyi itu terdengar benar-benar jatuh cinta ketika membawakan lagu-lagunya dan itu bisa membuat perasaan pendengarnya terhanyut," kata Gardner.

Selain itu, Gardner berpendapat, mendengar suara penyanyi pria juga memiliki efek tertentu pada pasangan. Mereka bisa memproyeksikan dirinya pada pesona yang dimiliki penyanyi-penyanyi itu.

Tergantung selera
Lalu, lagu mana yang harus Anda pilih? Penelitian-penelitian dalam bidang psikologi yang mengulik hubungan antara musik dan emosi atau perilaku membuktikan, pengaruh musik juga tergantung dari selera dan pengaman seseorang dengan musik itu.

Misalnya, jika sebuah lagu mengingatkan pada pengalaman patah hati, lagu itu malah akan membuat Anda sedih. Jadi, pilihlah musik, bukan musik yang menimbulkan trauma pada diri Anda dan pasangan.

Erb menambahkan, dengan data yang ada, musik semata tidak dapat dianggap sebagai pembangkit gairah. "Musik hanya salah satu elemen penunjang yang dapat menambah hidup aktivitas seks," paparnya. Menurut Erb, yang terpenting adalah rasa kebersamaan secara psikis dan kedekatan fisik.

Musik juga bisa dijadikan sarana menciptakan suasana rileks dan nyaman. Seorang terapis musik, Monty P Satiadarma, menyarankan untuk mendengarkan musik instrumentalia alias musik tanpa syair dan tidak keras sebagai soundtrack acara bercinta Anda.

Meskipun musik bisa membangkitkan gairah seksual, perlu Anda ingat, jika aktivitas seks melibatkan banyak sekali gerakan, cobalah mengadaptasikan musik dengan volume yang membuat Anda dan pasangan merasa nyaman dan memungkinkan Anda masih bisa mendengarnya mengerang. 

Lagu-lagu seksi:
Ne-Yo: Sexy Love, R Kelly: Sex Me, Janet Jackson: That's The Way Love Goes, Boyz II Men: I'll Make Love to You, Usher: Nice and Slow, Marvin Gaye: Let's Get it On, Nelly Furtado feat. Timbaland: Promiscuos, Toni Braxton: You're Makin' Me High, Taylor Swift: Fifteen, Black Eyed Peas: Pump It, Li'l Wayne: Lollipop, 50 Cent feat. Olivua: Candy Shop, Sade: By Your Side, Mariah Carey: Touch My Body


(wartakota.co.id/luc/Chic)

Selasa, 24 Januari 2012

Faktor yang Berhubungan dengan KetidakSuburan Wanita



Memiliki Keturunan tentu menjadi dambaan setiap pasangan, bila hal itu belum terwujud ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pada Pria hal yang perlu diperhatikan adalah satu, yaitu kualitas sperma. pada wanita, lain ceritanya. banyak hal yang mempengaruhi.

Penyebab umum ketidaksuburan pada wanita adalah gangguan pada ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam rahim, kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi. Tanda-tanda umum gangguan ovulasi biasanya berupa periode haid yang tidak normal, atau periode menstruasi yang kurang lengkap.

Berikut adalah daftar penyebab ketidaksuburan pada wanita yang sebagian besar berhubungan dengan gangguan ovulasi seperti dilansir symptomfind.com, 

1. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
PCOS adalah suatu kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon androgen, hormon yang membantu pengembangan karakter maskulin pada pria.

Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan siklus menstruasi dan pengembangan karakteristik pria seperti suara menjadi lebih dalam dan kebotakan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.

2. Menopause Dini
Menurut Mayo Clinic, menopause dini didefinisikan sebagai kekurangan atau berhentinya menstruasi dan berkurangnya folikel ovarium sebelum mencapai usia 40 tahun. Menopause dianggap dini jika dimulai sebelum usia 40. Penyakit kekebalan tubuh atau terapi radiasi dapat memicu hal ini.

3. Kerusakan Saluran Telur
Peradangan pada saluran telur (tuba faloppi) umumnya karena kerusakan, penyumbatan atau jaringan parut, pada gilirannya dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Kerusakan tersebut sering disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual, terutama klamidia. Masalah-masalah lain yang dapat menyebabkan penyumbatan tuba falopi adalah penyakit radang panggul, atau operasi yang harus dilakukan pada kehamilan ektopik.

4. Endometriosis
Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi indung telur, telur, tuba falopi, rahim, dan bahkan fungsi sperma.

Dalam kasus endometriosis ringan, hubungan seks masih masih mungkin menyebabkan kehamilan. Operasi dengan sayatan kecil (laparoskopi) dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis ringan.

5. Jaringan parut pada Ovarium
Faktor lain yang mempengaruhi ketidaksuburan seorang wanita adalah kerusakan fisik pada ovariumnya. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh operasi untuk mengatasi gangguan seperti kista ovarium.

Operasi yang luas atau invasif dapat menyebabkan kerusakan dan membentuk jaringan parut pada titik di mana folikel ovarium tidak dapat matang. Akibatnya, proses ovulasi tidak berjalan dengan baik.

6. Pelvic Adhesions (Perlekatan pada daerah Panggul)
Pelvic adhesions adalah jaringan parut yang terbentuk setelah operasi panggul, usus buntu atau infeksi panggul dan dapat mengganggu kesuburan. Pelvic adhesions dapat mengubah struktur tuba faloppi, sehingga menyebabkan sel telur wanita jadi sulit berpindah menuju rahim.

7. Gangguan Tiroid
Hipertiroidisme merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid yang terlalu aktif. Sedangkan hipotiroidisme merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid yang kurang aktif. Kedua-duanya dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita.

8. Pengobatan Kanker
Terkena kanker dan menjalani radioterapi atau bentuk pengobatan kanker lainnya dapat mengganggu fungsi sistem reproduksi pria ataupun wanita.

Penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan kesuburan pada wanita adalah salah satu efek samping radiasi pada pasien kanker wanita. Wanita yang menjalani terapi radiasi harus membicarakan dengan dokternya, sebab efek pengobatan tersebut mungkin mempengaruhi kesuburan.

9. Obat Dan Gangguan Kesehatan Tertentu
Obat-obat tertentu dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Jika obat ditemukan sebagai penyebab ketidaksuburan, seorang wanita mungkin dapat menjadi subur kembali dengan menghentikan konsumsi obat sepenuhnya.

Memakai obat-obatan, minum alkohol, merokok, makanan yang tidak sehat, kelebihan berat badan atau terlalu kurus, penyakit menular seksual dan bahkan olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan ketidaksuburan wanita.

10. Usia
Usia juga dianggap sebagai faktor umum yang menentukan ketidaksuburan wanita. Wanita berusia di atas 40 tahun memiliki sejumlah kecil telur yang cenderung kurang sehat.

Kemungkinan keguguran juga lebih tinggi pada wanita lansia. Pada wanita, usia juga dikaitkan dengan kemungkinan tinggi menderita gangguan kesehatan tertentu, beberapa di antaranya dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Wanita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter setelah satu tahun tidak berhasil hamil. Konsultasi juga dapat dilakukan bahkan sebelum ada keinginan untuk hamil.

Artikel ini bisa menjadi bekal diskusi dengan dokter saat berkonsultasi tentang kesuburan wanita.....

Sabtu, 21 Januari 2012

Berhubungan Intim/Seks Saat Hamil, Boleh kah..?



Ternyata pada Dasarnya boleh Kok Suami istri berhubungan selama hamil, cuma harus diketahui panduannya, berupa kapan waktu yang ideal, kapan sebaiknya dihindari, dan bagaimana cara yang baik, mari kita simak ya... 

Waktu yang tepat 

Menurut Dr. R. Muharam, Sp.OG dari Sam Marie Family Healthcare, waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih enakan. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat. 

Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan, ujarnya.

Pada kehamilan berusia 9 bulan, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi sehingga air ketuban pecah. Pasalnya, paru-paru bayi sudah matang. Kalau bisa di atas 36 minggu, bila pecah ketuban, bayi lahir sudah aman karena telah mampu bernapas di luar tubuh ibu, katanya.


Posisi seks yang aman 

Banyak orang menganggap seks saat hamil sangat berbahaya terhadap janin karena penis, orgasme atau ejakulasi dianggap dapat mencederai bayi. Sebenarnya tidaklah demikian. Hubungan seks dengan pasangan pada saat hamil apalagi menjelang persalinan dilakukan dengan sangat relaks.

Posisi yang baik dalam berhubungan seks saat hamil, yaitu tidak menekan perut. Menurut Muharam posisi terbaik adalah setengah duduk. Posisi ini tidak menekan perut. Atau dapat pula Anda mengambil posisi suami berlutut dengan satu lutut untuk menahan berat badannya. Atau gaya lainnya, Anda dapat mengangkat kedua kaki ke atas. Bagi Anda berjiwa petualangan, posisi Dr. Ruth dan Dr. Amos dapat Anda coba, agar Anda nyaman saat bercinta.

Posisi Dr. Ruth dan Dr, Amos, yaitu wanita hamil berbaring telentang, meletakkan salah satu kaki atau keduanya pada bangku. Ini akan memungkinkan istri untuk bergerak bebas dan sedikit memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan untuk menambah kenikmatan. Pasangannya berlutut atauberdiri di antara kakinya, yang memungkinkannya untuk dengan mudah mencumbu klitoris dengan jari tangan dan anggota tubuh lainnya. Ketika pria melakukan penetrasi, tidak akan ada tekanan pada perut istri dan mereka berdua dapat bergerak. Anda dapat mencoba dan memodifikasi posisi ini agar hubungan seks lebih menyenangkan dan nyaman.


Harus hati-hati 

Muharam mengingatkan, hubungan seks harus dilakukan dengan nyaman agar jangan sampai terjadi kontraksi yang dahsyat untuk menghindari pecah ketuban. Pasalnya, ketuban pecah dapat menyebabkan infeksi ke tubuh janin. Itu yang repot, usaha boleh tapi higienisnya harus dijaga. Kalau sampai infeksi makanya begitu pecah ketuban harus konsultasi ke dokter. Karena golden periodenya, 6 jam, kalau lebih dari 6 jam, harus dikasih antibiotik. Bila tidak maka akan semakin banyak kumannya, jelasnya.

Masalah lain yang harus diwaspadai adalah tali pusat akan terjepit diantara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oskigen karena oksigen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ketuban ke paru-paru. Itu yang ditakutkan, tegas Muharam.


Beberapa kondisi yang Mutlak tidak Boleh Berhubungan Intim pada Wanita Hamil:

Pecah ketuban. Berhubungan intim pun dilarang ketika Anda mengalami pecah ketuban. Ditandai dengan adanya cairan yang merembes keluar melalui vagina. Ini menunjukkan, perlindungan janin ikut bocor, sehingga kuman mudah masuk, lalu menginfeksi janin. Pada kondisi ini, aktivitas seksual rentan sekali dengan invasi kuman dari area vagina ke dalam rahim.

Plasenta previa. Plasenta yang letaknya rendah atau di bawah menutup sebagian atau seluruh jalan lahir. Hubungan seks bisa memicu perdarahan yang dapat membahayakan jiwa ibu dan janinnya. Jangankan berhubungan seks, tak berhubungan pun perdarahan sangat mungkin terjadi. Itulah mengapa, jika ada gangguan ini, hubungan seks dilarang dilakukan sampai dokter mengizinkan setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Rawan keguguran/persalinan prematur. Ada ibu yang kehamilannya sangat lemah, mudah keguguran, atau lahir prematur. Ada rangsangan sedikit saja, janin bisa gugur atau lahir prematur. Biasanya dialami ibu yang memiliki "rahim lemah" dengan riwayat keguguran dan persalinan prematur sebelumnya. Hindari berhubungan intim sampai dokter memberi "lampu hijau".

Perdarahan per vaginam. Tanpa diketahui penyebabnya, kadang-kadang terjadi perdarahan. Sebaiknya tunda berhubungan intim sampai keadaan aman karena dikhawatirkan tengah terjadi proses keguguran. Anda harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera.

Serviks pendek/tipis. Beberapa perempuan memiliki serviks pendek atau tipis, kurang dari 2,5 cm. Penyebabnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun yang jelas, hal ini sangat membahayakan kehamilan yang sewaktu-waktu bisa mengalami perdarahan atau keguguran. Jika di trimester kedua, tepatnya 16-20 minggu, panjang serviks kurang dari 2,5 cm, maka akan dilakukan "pengikatan" mulut rahim supaya bisa terus melangsungkan proses kehamilan.

Penyakit menular seksual (PMS). Jika suami mengidap penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, atau bahkan HIV/AIDS, maka hubungan seksual sangat tidak dianjurkan. Risikonya sangat berbahaya, penyakit dapat menular ke ibu sehingga meningkatkan risiko keguguran atau lahir prematur, juga dapat menginfeksi janin dan dikhawatirkan terjadi kecacatan pertumbuhan.

Nah, jika pada Anda dan suami tidak terdapat hambatan seperti yang disebutkan barusan, maka jangan ragu untuk melakukan kesenangan intim. Malah, di hari-hari menjelang tanggal perkiraan persalinan, hubungan seks semakin dianjurkan bagi ibu yang akan melahirkan normal. Sperma ternyata membawa hormon prostaglandin yang dapat membantu Anda mengalami kontraksi teratur agar bayi dapat lahir pada waktunya.





Jumat, 20 Januari 2012

Stres Berhubungan dengan Bayi Prematur

 Sebuah studi baru menunjukkan paparan stres selama kehamilan dapat memperpendek lamanya kehamilan. Calon ibu yang stres di bulan kedua dan ketiga kehamilan lebih berisiko melahirkan prematur dan kehilangan bayi laki-laki mereka.

Hasil studi menyelidiki efek wanita hamil yang mengalami stres akibat gempa bumi di Chile Tarapaca pada 2005. Namun stres juga dapat dirasakan wanita hamil dalam kondisi normal akibat kemiskinan, perumahan buruk dan pola makan yang buruk.

Profesor Florencia Torche dan Karine Kleinhaus, dari New York University, menganalisis kelahiran semua bayi yang lahir antara 2004-2006 di Chile, di mana terdapat 200.000 kelahiran per tahun. Kekuatan gempa sebesar 7,9 SR diklasifikasikan sebagai 'bencana'.

Para peneliti menemukan, wanita yang tinggal paling dekat dengan lokasi gempa selama selama bulan kedua dan ketiga kehamilan mengalami kehamilan lebih pendek  dan berisiko melahirkan lebih cepat daripada waktu normal, 37 minggu. 

Stres yang terjadi pada bulan kedua kehamilan rata-rata 1,3 hari lebih pendek daripada wanita yang tak terpengaruh stres. Wanita yang mengalami stres di bulan ketiga hampir dua kali lebih pendek, sebesar 3,4 persen. Jumlah ini sangat signifikan mengingat secara umum, hanya empat dari 100 wanita mengalami persalinan prematur. 

Penelitian sebelumnya juga menyebutkan wanita stres lebih mungkin keguguran bayi laki-laki, karena janin laki-laki membutuhkan energi lebih banyak dari ibu mereka. Selain itu, tubuh bayi laki-laki juga lebih lemah daripada perempuan dalam beradaptasi di lingkungan rahim ibu stres.

Dia menyarankan, kondisi stres tak dapat dihindari, wanita setidaknya memiliki akses kesehatan untuk mengatasi tekanan psikologis.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Reproduksi Manusia.

Sabtu, 14 Januari 2012

Ternyata Ada Hubungan antara Frekuensi Ejakulasi dengan Kualitas Sperma


Untuk pasangan yang telah menikah, berhubungan seks sebaiknya memang dilakukan dua kali sehari. Semakin lama sperma tertahan di saluran reproduksi akan meningkatkan kemungkinannya menjadi rusak dan menurunkan kualitasnya.

Dokter dari Soroka University dan Ben-Gurion University menguji 7.200 sampel air mani untuk mengetahui volume air mani, konsentrasi dan bentuk sperma, serta persentase dan jumlah total sperma yang aktif bergerak.

Sampel dari sekitar 6.000 laki-laki ini sebenarnya diteliti untuk mengetahui tingkat kesuburan pria yang menahan diri tidak berhubungan seks selama dua minggu.

Lebih dari 4.500 sampel memiliki jumlah sperma normal, sementara sisanya dikategorikan buruk terhitung dari tahap ringan, sedang hingga parah. Para peneliti menemukan bahwa ketika volume air mani meningkat karena 11 sampai 14 hari tidak berhubungan seks, bentuk sperma makin memburuk secara bertahap.

Sampel dari pria dengan jumlah sperma yang buruk mulai menurun kualitasnya pada hari kedua dan seterusnya, hingga mencapai titik rendah setelah hari keenam dan semakin memburuk.

"Volume air mani secara signifikan berkorelasi dengan lamanya tidak berhubungan seks, sedangkan pergerakan sperma berbanding terbalik dengan lama tidak berhubungan seks dalam sampel sperma yang buruk saja," kata Dr Eliahu Levitas dalam pertemuan tahunan Masyarakat Eropa Reproduksi Manusia dan Embriologi di Madrid seperti dilansir Altpenis,

Dr Levitas adalah seorang dokter senior di departemen kesuburan dan unit IVF Soroka University Medical Center. Ia mengatakan bahwa kebanyakan klinik kesuburan mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan agar berpantang seks selama dua sampai tujuh hari sebelum menjalani perawatan kesuburan.

"Data kami menantang pantangan ini dalam perawatan infertilitas pria. Apa yang kami temukan tidak begitu relevan rekomendasi tersebut. Pada perawatan bayi tabung di mana hanya satu sperma yang disuntikkan ke dalam telur, kita sebaiknya berusaha mendapatkan kualitas sperma yang terbaik. Untuk pasien, kami sarankan pantangan berhubungan seks idealnya tidak lebih dari dua hari," kata Dr Levitas.

Dr Levitas mengatakan bahwa belum ada kesepakatan yang tegas di antara para peneliti mengapa sperma bisa rusak dan kurang layak. Mungkin disebabkan karena kerusakan DNA oksidatif, misalnya karena merokok atau zat perusak lainnya.

Atau mungkin sperma dari laki-laki yang memiliki sperma buruk lebih rentan terhadap zat perusak, sehingga akan lebih bagus jika sperma menghabiskan waktu yang singkat dalam saluran reproduksi

Kamis, 12 Januari 2012

'Junk Food' Ternyata Berpengaruh pada Sperma


Para suami yang sedang berusaha mempunyai anak sebaiknya menghindari makanan jenis junk food yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Pasalnya, studi terbaru menunjukkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi junk food bisa menyebabkan pria sehat menjadi mandul.

Menurut riset itu, tingginya kandungan lemak pada junk food bisa merusak sperma. Para dokter ahli kesuburan dari Harvard University Amerika dan University of Murcia, Spanyol, mempelajari sperma dari ratusan pria berusia 18 hingga 22 tahun.

Pada tahap awal, partisipan dalam riset itu diperiksa untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi kesehatan yang optimum dan tidak mempunyai masalah apa pun yang kemungkinan berdampak pada sistem reproduksi mereka. Mereka kemudian diminta mencatat makanan sehari-hari mereka selama beberapa bulan sebelum kemudian dicek kembali oleh para ilmuwan.

Studi ini mengungkapkan bahwa mereka yang mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, seperti biskuit, cake, cokelat, keripik kentang, serta beragam makanan cepat saji mempunyai kualitas sperma yang kurang bagus dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.

Meskipun para partisipan yang suka mengonsumsi makanan berlemak ini mempunyai berat badan ideal dan rajin berolah raga, tetapi sperma mereka lebih kecil kemungkinan untuk bertahan hidup dalam perjalanan membuahi sel telur.

Sementara partisipan dengan asupan lemak trans (trans fat) yang tinggi, ternyata mempunyai kualitas sperma yang paling buruk. Trans fat adalah minyak olahan yang digunakan perusahaan junk food sebagai cara murah untuk meningkatkan rasa. Para peneliti juga menemukan bahwa makanan kaya biji-bijian dan sayuran menghasilkan sperma dengan kualitas terbaik.

Berikut adalah makanan bergizi untuk pria yang ingin mempunyai anak:

Vitamin B12 : menurut majalah Men’s Health, hasil studi dari Yamaguchi University School of Medicine di Jepang, 42 persen pria yang mengkonsumsi 1.500 mcg suplemen ini setiap hari menunjukkan peningkatan jumlah sperma dan pergerakannya. Vitamin ini bisa ditemukan di yoghurt alami, telur, ikan salmon dan hati.

Vitamin C : sebuah studi di University of Texas menemukan bahwa vitamin C membantu mencegah bergumpalnya sperma dan menurunkan kelainan pada sperma. Vitamin ini ditemukan di raspberi, stroberi, jeruk, asparagus dan brokoli.

Vitamin E : para peneliti dari Tel Aviv University menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi 200 mg per hari mengalami peningkatan angka pembuahan. Vitamin ini bisa ditemukan di muesli (sejenis sereal), bubur, ubi dan alpukat.

Asam lemak : asam lemak mendorong kemampuan sperma untuk menerobos sel telur. Menurut Journal of Reproduction and Fertility, kadar asam lemak yang rendah ada hubungannya dengan kelainan sperma. Ia dapat ditemukan pada minyak ikan, kacang-kacangan dan benih.

Besi : konsumsi minimal 15 g besi per hari penting tidak hanya untuk meningkatkan jumlah sperma tetapi juga untuk meningkatkan stamina berenang sperma. Zat besi bisa ditemukan pada labu, telur, daging merah dan biji wijen.

Rabu, 11 Januari 2012

Rangsang Puting Payudara, untuk Merangsang Persalinan

Apakah Anda juga sedang hamil tua, dan tak sabar ingin segera menimang buah hati Anda? Ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat kelahiran si jabang bayi. Salah satunya adalah melalui stimulasi puting payudara, dengan cara mengelus atau memutar puting. Dengan merangsang puting, Anda akan melepaskan oksitosin, hormon yang akan menyebabkan kontraksi segera terjadi. Oksitosin membantu kelancaran persalinan dengan mengontrol kontraksi pada rahim.

Stimulasi puting juga akan memanipulasi tubuh untuk berpikir bahwa Anda sedang menyusui bayi, karena hormon oksitosin menstimulasi aliran ASI. Untuk itu, Anda bisa melakukan pijatan ringan pada bagian areola (area berwarna gelap di sekeliling puting), bukan sekadar pada bagian ujung puting. 

Untuk mulai merangsang puting payudara, letakkan telapak tangan di atas areola, dan gerakkan dalam gerakan berputar, kuat tetapi lembut. Lakukan hal ini selama sekitar satu jam, tiga kali sehari. Luangkan waktu 15 menit untuk terus menstimulasi satu payudara, lalu ganti dengan payudara yang lain selama 15 menit. Begitu berulangkali hingga satu jam.

Jika kehamilan Anda tergolong sehat, dan Anda belum mengalami komplikasi apapun, stimulasi puting ini aman dilakukan, dan sudah boleh mulai dilakukan saat kehamilan diatas 38 minggu. dan lebih dianjurkan  untuk kehamilan diatas 40 minggu. Teknik ini tidak akan merangsang rahim secara berlebihan, yang mungkin akan berbahaya bagi bayi. Sebaliknya, jika Anda memiliki kehamilan yang berisiko, seperti adanya tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, atau pre-eklamsia, sebaiknya tidak melakukan teknik merangsang puting ini.

Stimulasi puting payudara dapat membantu memulai persalinan, tetapi pastikan leher rahim sudah mulai melunak, menipis, dan siap membuka untuk persalinan. Jadi, stimulasi ini akan berlangsung lebih baik jika Anda sudah waktunya bersalin. Dalam sebuah studi, 37 persen perempuan yang mencoba stimulasi puting akan siap bersalin dalam 72 jam. Bandingkan dengan hanya 6 persen ibu hamil yang tidak melakukan stimulasi puting.

Sabtu, 07 Januari 2012

Sekilas Cairan Ketuban


Ibu hamil biasanya beberapa kali menjalani pemeriksaan USG, Saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin di dokter kandungan, salah satu yang sering dilihat adalah volume air ketuban di dalam rahim. Cairan ini memiliki fungsi penting dalam menjaga kelangsungan hidup calon bayi di dalam perut. Selain menjaga calon bayi dari benturan-benturan yang terjadi saat sang Anda  bergerak, air ketuban juga membantu menjaga suhu di dalam kandungan, serta mendorong perkembangan dan pertumbuhan organ-organ bayi, seperti paru-paru, sistem gastrointestinal, otot, dan tulang. 

Volume air ketuban akan meningkat seiring dengan usia kehamilan, namun akan menyusut saat menjelang kelahiran, kata Jeanne A. Conry, MD, PhD, spesialis obstetri dan ginekologi dari Kaiser Permanente, Roseville, California. "Cairan ketuban dapat mencerminkan sejauh mana kesehatan bumil saat hamil," tambahnya. 

Cairan ini selain dihasilkan oleh lapisan amnion, juga terdiri dari produksi urine bayi. Kemudian akan diserap kembali oleh janin lewat saluran pencernaan, jadi sirkulasinya teratur. dan jumlah yang terganggu juga menggambarkan adanya gangguan pada sirukulasi tersebut. Cairan ketuban yang terlalu sedikit mengindikasikan bahwa bumil memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. "Jika hal ini dialami pada awal kehamilan, dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan," kata Conry. Selain itu, ada kemungkinan besar bayi dapat terancam lahir cacat.

Kemungkinan yang juga terjadi (meski sangat kecil persentasenya) adalah cairan ketuban yang terlalu berlimpah. Hal ini mengindikasikan bahwa sang calon ibu memiliki masalah diabetes. Sementara pada jabang bayi, terdapat risiko terjadinya cacat saat lahir, terutama pada area gastrointestinal dan sistem saraf. Cairan ketuban yang berlebihan juga memberi sinyal bahwa bayi dalam kandungan mengalami infeksi atau denyut jantung yang abnormal.

Kedua kondisi ini perlu dimonitor dengan cermat oleh ahli dan beberapa tes akan perlu dilakukan untuk memastikan calon bayi Anda dalam kondisi yang sehat.

Jumat, 06 Januari 2012

Akhirnya Berhasil Mencegah Keguguran Berulang, dengan cara Tidur Miring


Coventry, Inggris, Dua kali mengalami keguguran membuat seorang wanita merasa sangat khawatir di kehamilan ketiganya. Agar tak mengalami kondisi serupa, wanita itu pun menjalani solusi radikal yang disarankan dokter, yakni tidur dengan ranjang miring selama 10 minggu.

Dokter lagi-lagi memperingatkan Donna Kelly (29 tahun) bahwa kehamilannya yang baru berusia 5 bulan berisiko tinggi mengalami keguguran. Dokter pun menyarakan solusi radikal yaitu meminta Donna untuk tidur dengan ranjang miring di rumah sakit selama 10 minggu. 

Scan USG menunjukkan terdapat kerusakan pada leher rahim (serviks) Donna, yang membuat bayinya turun terlalu ke bawah di dalam kandungan. Untuk mengubah gaya gravitasi pada leher rahim, Donna pun diminta berbaring di tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat dengan posisi kaki mengarah ke atas.

Donna harus makan, membaca dan menonton televisi di atas tempat tidur University Hospital di Coventry, Inggris. Ia hanya diperbolehkan beranjak dari tempat tidur bila ingin ke toilet.

"Saya terkejut ketika dokter menyuruhku berbaring di tempat tidur miring, tetapi saya siap mencoba sesuatu agar tak keguguran lagi. Itu membuat saya sakit pada awalnya, tapi setelah beberapa hari tubuh saya mulai menyesuaikan dan terbiasa," jelas Donna Kelly, yang keluar dari pekerjaannya sebagai perawat ginekologi, seperti dilansir Dailymail, 

Dokter mengatakan kelahiran secara alami putra pertamanya Joshua mungkin telah membuat leher rahim Donna melemah secara permanen. Ini akhirnya menyebabkan ia dua kali mengalami keguguran pada Januari 2009 saat kehamilan 23 minggu dan lagi pada Mei 2010 pada kehamilan 19 minggu.

Donna sudah diberi krim mengandung hormon progesteron untuk membantu memperkuat leher rahim dan mencegah infeksi. Ia juga sudah menjalani jahitan serviks pada kehamilan 14 minggu untuk memperkuat leher rahim, tetapi pada minggu ke-23 jahitan leher rahim kembali terbuka.

"Satu-satunya kesempatan untuk mencegah keguguran lain adalah dengan mengurangi tekanan pada leher rahim Donna dengan membuat kepalanya berada di bawah," jelas Profesor Siobhan Quenby, seorang ahli dalam keguguran berulang.

Menurut Prof Quenby, beberapa penyebab kelemahan leher rahim antara lain kerusakan dari kelahiran sebelumnya dan keguguran, tes pap smear dan pengobatan untuk pra sel kanker.

"Kelemahan serviks Donna lebih buruk dari biasanya. Ini yang paling lemah yang pernah saya tangani. Konsep menempatkan wanita di ranjang ini adalah teori fisik yang relatif sederhana. Ini mungkin terdengar aneh tapi sangat efektif," jelas Prof Quenby.

Donna akhirnya berhasil melahirkan seorang putri sehat dan cantik yang diberi nama Amelia dengan berat 2,24 kg melalui operasi caesar darurat pada Agustus 2011 setelah air ketubannya pecah 6 minggu lebih awal.

Amelia menghabiskan waktu 2 minggu di inkubator dalam perawatan intensif sebelum Donna dan suaminya Mark (32 tahun) diizinkan pulang.

"Suatu hari Joshua mengatakan kepada saya, 'Ibu, saya senang menjadi seorang kakak'. Itu membuat pengorbananku terbayar," tutup Donna.

Ibu Hamil Sebaiknya hindari Terlalu Sering Terkena Panas


Banyak penelitian yang melibatkan kehamilan, karena memang Ibu hamil memang perlu mendapat penanganan istimewa. Selain asupan gizi yang cukup, ibu hamil tidak boleh terkena suhu panas. Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Queensland University of Technology telah menemukan bahwa peningkatan suhu menaikkan tingkat bayi lahir mati dan bayi lahir prematur.

Professor Adrian Barnett dari Institut Kesehatan dan Inovasi Biomedis di Queensland University of Technology memimpin sebuah penelitian yang melihat kejadian kelahiran prematur dan lahir mati di Brisbane selama empat tahun dari tahun 2005.

Dari sebanyak total 101.870 jumlah kelahiran, telah tercatat terdapat 653 atau 0,6% jumlah bayi lahir mati.

Penelitian Profesor Barnett mencatat suhu mingguan, kelembaban dan tingkat polusi udara untuk setiap kehamilan. Menurutnya, risiko terendah berada di minggu-minggu paling dingin, dan suhu hangat mingguan sebesar 23 derajat celsius sama berbahayanya dengan minggu-minggu paling panas.

Penelitian lain telah melihat hubungan antara temperatur dan kelahiran prematur. Penelitian oleh Queensland University of Technology ini adalah yang pertama kalinya menyelidiki hubungan antara temperatur dan kelahiran mati.

"Kami menemukan bahwa kenaikan temperatur meningkatkan risiko bayi lahir mati, terutama ketika tahap awal kehamilan sebelum 28 minggu. Kami memperkirakan pada suhu 15 derajat C, akan ada 353 bayi lahir mati per 100.000 kehamilan, dibandingkan dengan 610 bayi lahir mati per 100.000 kehamilan dilahirkan pada suhu 23 derajat C," kata Professor Adrian Barnett.

"Peningkatan suhu juga mempersingkat waktu kehamilan. Artinya, lebih banyak bayi prematur yang sering memiliki gangguan kesehatan serius jangka panjang seperti cerebral palsy dan gangguan penglihatan dan pendengaran," imbuh Professor Adrian Barnett seperti dilansir sciencealert.com, Senin (19/12/2011).

Profesor Barnett mengatakan bahwa karena kenaikan suhu global, penelitian ini dapat memiliki implikasi serius bagi kesehatan masyarakat.

"Ibu hamil harus melindungi diri dari panas untuk mengurangi kemungkinan bayi lahir prematur atau lahir mati. Telah diketahui bahwa wanita harus menghindari kolam air panas atau Jacuzzi selama kehamilan karena dapat menyebabkan keguguran dan dehidrasi yang disebabkan panas dan berkeringat dapat berbahaya bagi janin dan mempengaruhi kelahiran," pungkas Profesor Barnett.

Kamis, 05 Januari 2012

Perlukah Mencuci Mrs.V dengan Sabun Khusus..?


Terkadang banyak teman yang menganjurkan untuk Mencuci Miss V (douching). dan memang tindakan ini sering kali dilakukan wanita untuk memastikan daerah kewanitaannya bersih dari bakteri. Padahal, mencuci dengan air saja sudah cukup.

Produk pencuci Miss V biasanya merupakan campuran bahan-bahan, seperti baking soda, cuka, dan yodium. Sebelum menggunakan produk pencuci Miss V, ketahuilah seluk beluk douching, seperti berikut ini...

Mengapa wanita memilih douching?

Wanita melakukan douching dengan berbagai alasan, seperti menghilangkan bau, mencegah kehamilan, menghilangkan sisa darah setelah haid, dan menghindari penyakit menular seksual (PMS). Faktanya, cairan pembersih Miss V tidak akan mencegah kehamilan ataupun menjauhi wanita dari PMS.

Keamanan douching

American College of Obstetricians and Gynecologists dan mayoritas dokter tidak menyarankan douching karena dapat mengubah keasaman dan keseimbangan bakteri baik dalam Miss V. Akibatnya, bakteri jahat akan tumbuh subur dan dapat mengakibatkan vaginosis bakteri atau infeksi jamur.

Jika Anda sudah memiliki masalah infeksi Miss V, douching dapat mendorong pertumbuhan bakteri jahat lebih pesat, menyebabkan infeksi lebih lanjut dalam tuba falopi, indung telur, atau rahim Anda. Menurut penelitian, wanita yang tidak mencuci Miss V umumnya memiliki lebih sedikit masalah kesehatan reproduksi daripada wanita douching secara teratur.

Membersihkan Miss V

American College of Obstetricians and Gynecologists menegaskan, wanita untuk tidak menggunakan produk douching untuk membersihkan Miss V. Sebab pada dasarnya, Miss V mampu membersihkan sendiri berkat lingkungannya yang asam. Untuk membersihkan Miss V bagian luar, Anda cukup menggunakan sabun lembut dan air hangat.

Jika Anda mengalami bau Miss V tidak sedap, konsultasikan kepada dokter dan jangan diatasi dengan douching. Masalah tersebut bisa mengindikasikan adanya infeksi yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut.

Juga, jangan menggunakan produk douching sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter. Karena akan menyulitkan dokter untuk mendiagnosa dan menentukan penyebab masalah Anda.

Douching dan PMS

Douching sama sekali tidak bisa mencegah PMS. Seks aman adalah satu-satunya cara pasti mencegah PMS. Praktik seks aman, seperti hanya memiliki satu pasangan ataupun menggunakan kondom lateks, akan membantu mencegah PMS meski tidak 100 persen efektif.

Douching dan kehamilan

Douching juga tidak dapat mencegah kehamilan. Doching justru menyebabkan wanita lebih sulit hamil. Jika Anda sedang berupaya hamil, lebih baik jangan menggunakan produk douching sama sekali.

Penelitian menunjukkan bahwa douching dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik dan tuba falopi yang rusak. Dalam kondisi kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi bukannya melekat pada rahim Anda, tetapi di dalam tabung fallopi. Ini bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika tidak diobati. Juga, kondisi ini dapat membuat Anda lebih sulit untuk hamil di masa depan

Minggu, 01 Januari 2012

Kenaikan Berat Badan yang Ideal Selama Kehamilan


Kenaikan berat badan memegang peranan penting dalam kehamilan. Kenaikan berat badan rendah pada awal kehamilan akan menyebabkan terjadinya gangguan pada janin. Kenaikan berat badan yang tidak adekuat pada setengah akhir kehamilan berdasarkan hasil pengamatan menunjukan terjadinya kelahiran preterm. Resiko ini ditemukan walaupun pada akhir kehamilan dicapai sesuai dengan range yang direkomendasikan.

Kenaikan berat badan optimal tergantung pada tahapan kehamilan. Pada trimester pertama dan kedua kenaikan berat badan banyak disebabkan oleh kenaikan organ pendukung kehamilan, sedangkan pada trimester ketiga yang mempengaruhi kenaikan berat badan adalah pertumbuhan janin. Pada trimester  pertama, kenaikan berat badan rata-rata adalah antara 1 sampai dengan 2 kg pada wanita. Untuk trimester kedua dan ketiga pada wanita dengan berat badan normal kenaikannya diharapkan 0,4 kg per minggu. Untuk wanita dengan berat badan lebih, kenaikan berat badannya adalah 0,3 kg dan untuk wanita dengan berat badan kurang kenaikannya adalah 0,5. Untuk asupan kalori pada trimester pertama diharpakan tidak ada perubahan dari kebiasaan, pada trimester kedua dan ketiga asupan kalorinya harus dinaikan sebesar 300 kkal per hari lebih dari biasanya. Kenaikan ini dapat dicapai dengan mudah melalui asupan susu, yogurt, atau keju, buah-buahan, sayuran, sereal, nasi atau roti.

Tinggi dan berat badan Ibu sebelum hamil, bisa jadi acuan untuk menentukan penambahan berat badan yang normal selama hamil. Indeks Masa Tubuh (Body Mass Indek/BMI) dari Dokter atau Bidan Ibu juga merupakan acuan yang baik.

Mungkin sulit untuk mendapatkan peningkatan berat badan yang bertahap selama hamil karena tiap ibu berbeda. Tapi jangan khawatir, dengan pola makan yang seimbang dan olahraga yang teratur, Ibu bisa mengontrolnya.

Rumus BMI = BB / (TB x TB)
(BB = Berat Badan (dalam kg),TB = Tinggi Badan (dalam meter))





Kenaikan berat badan yang terlalu tinggi disebabkan oleh akumulasi cairan, kenaikannya lebih dari 3 kg perbulan, terutama setelah 21 minggu usia kehamilan, dan dapat menyebabkan terjadinya hipertensi (Wong, 1997 : 180). Penelitian yang dilakukan oleh Yudomustopo (2007) menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya persalinan preterm, dimana pada 68% ibu yang menderita hipertensi, mengalami persalinan preterm.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...