ShareThis

Minggu, 12 September 2010

Risiko Jika Plasenta Terlepas dari Rahim

Jakarta, Normalnya plasenta selalu menempel di rahim hingga saatnya bayi tersebut dilahirkan. Apa risikonya jika plasenta tersebut memisahkan diri dari rahim sebelum bayi lahir?

Kondisi jika sebagian atau seluruh bagian plasenta terlepas dari rahim sebelum bayi dilahirkan disebut dengan placental abruption.

Hal ini merupakan salah satu komplikasi serius dari kehamilan yang bisa berbahaya bagi janin yang dikandung dan juga ibunya. Karena plasenta adalah tempat untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi yang dikandung.

Placental abruption biasanya terjadi pada satu dari 200 kehamilan dan paling umum pada usia kehamilan 20 minggu atau saat memasuki trimester ketiga. Namun ada kemungkinan kondisi ini terjadi kembali di kehamilan berikutnya.

Dikutip dari Babycenter, Selasa (7/9/2010) jika plasenta terlepas dari rahim, maka kondisi ini menyebabkan bayi kehilangan asupan oksigen dan juga nutrisi sehingga meningkatkan risiko masalah pertumbuhan pada bayi seperti bayi lahir prematur atau bayi meninggal. Selain itu juga menyebabkan perdarahan parah yang bisa membahayakan nyawa keduanya.

Plasenta yang terlepas dari rahim akan menimbulkan perdarahan di vagina. Perdarahan yang terjadi ini biasanya lebih berbahaya dibandingkan dengan komplikasi plasenta previa. Karena pada placental abruption perdarahan yang muncul terkadang tidak sebanding dengan perdarahan yang terjadi di dalam tubuh, atau darah tetap berada di dalam rahim.

Hal ini membuat dokter sulit untuk memperkirakan berapa jumlah darah yang sebenarnya keluar. Jika kondisi ini terjadi maka bisa menyebabkan janin yang dikandung meninggal atau ibu mengalami syok.

Gejala yang muncul sangat beragam, namun biasanya ditandai dengan bercak atau perdarahan dari vagina. Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk melakukan evaluasi lengkap, termasuk memantau denyut jantung bayi dan USG (meskipun abruption kecil tidak selalu dapat dideteksi oleh USG). Selain itu dokter juga akan melakukan peemriksaan vagina dan leher rahim.

Jika komplikasi ini terjadi mendekati perkiraan tanggal melahirkan, maka dokter akan segera mengeluarkan bayi meskipun abruption yang terjadi kecil. Dalam kebanyakan kasus seseorang harus melahirkan secara caesar.

Namun jika abruption yang terjadi kecil, kondisi keduanya dalam keadaan baik-baik saja dan bayi masih terlalu prematur, maka ibu hamil kemungkinan diberikan kortikosteroid untuk mempercepat pengembangan paru-paru dan mencegah masalah lain yang terkait dengan persalinan prematur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada Masukan, Kritik, Pertanyaan...? ketik ajahh......
emg saya baru nge-blog,jd perlu komentar Sob..hehe..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...